Tubuh Sehat dan Bugar, Jangan Malas Gerak Meski di Rumah Aja

Pertimbangkan juga bahwa kita perlu menjaga kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak gampang tertular penyakit

Editor: Finneke Wolajan
Freepik.com
Ilustrasi olahraga di rumah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masa karantina dengan menjadikan rumah sebagai pusat aktivitas sudah kita jalani selama sebulan.

Tak sedikit orang yang menikmati kebebasan ini dengan nonton serial favorit sampai lewat tengah malam, bangun siang, atau banyak tidur dan bersantai.

Memang setiap orang berhak melakukan apa pun yang bisa membuatnya nyaman selama di rumah saja.

Namun, pertimbangkan juga bahwa kita perlu menjaga kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak gampang tertular penyakit.

Memperhatikan durasi tidur dan kualitasnya merupakan bagian yang penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

“Karena kita tidak punya jadwal yang teratur, kita jadi gampang mengalami insomnia dan biasanya diikuti dengan kebiasaan tidak sehat lain seperti konsumsi makanan tidak sehat berlebihan,” kata pakar kesehatan tidur Michael Grandner.

Kebijakan untuk beraktivitas di rumah saja juga membuat banyak orang jadi kurang bergerak atau sedentari.

Hal ini membuat tubuh kelebihan energi sehingga kita masih terjaga sampai malam.

Karena kurang aktivitas fisik, kondisi mental pun ikut terpengaruh.

Untuk mengatasinya, upayakan untuk selalu menggerakkan badan setiap hari.

Manfaatnya tidak hanya membuat tubuh lebih berenergi, tapi juga mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Jenis olahraga yang dilakukan tidak harus heboh atau memeras banyak keringat.

Melakukan yoga, jalan kaki di sekitar rumah sambil tetap menjaga jarak fisik, atau naik turun tangga, sangat disarankan.

Penelitian juga menunjukkan, orang yang setiap hari melakukan olahraga jalan cepat selama 12-15 minggu memiliki waktu sakit lebih singkat dibandingkan dengan mereka yang lebih suka rebahan atau bersantai di sofa.

“Untuk jenis olahraganya, evaluasi apakah latihan yang kita pilih membuat kita makin berenergi atau kelelahan.

Masa karantina ini mungkin bukan waktunya latihan lari 10 Km,” kata dokter Jebidiah Ballard.

Bila beberapa waktu terakhir ini Anda menggunakan tempat tidur sebagai pelarian, dengan malas bangun, tidak peduli dengan sekitar, tidak tahu apa yang harus dilakukan, mungkin sebenarnya Anda sedang depresi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Walau di Rumah Saja, Jangan Kebanyakan Rebahan dan Tidur"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved