Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Tenaga Medis Banyak Meninggal Dunia, Gugus Tugas Ungkap Penyebabnya

Faktor banyaknya tenaga medis di Indonesia yang meninggal dunia selama pandemi virus corona diungkap tim gugus tugas.

Editor: Rhendi Umar
BNPB
Wiku Adisasmito 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Faktor banyaknya tenaga medis di Indonesia yang meninggal dunia selama pandemi virus corona (Covid-19), diungkap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, banyak tenaga medis tak menyadari sedang menangani pasien yang positif tertular virus corona.

"Banyak tenaga medis tak tahu pasien yang mereka tangani positif Covid-19," kata Wiku dalam video conference, Rabu (6/4/2020).
Sejumlah orang yang positif Covid-19 memang tidak memiliki gejala.

Kondisi itu diperparah dengan sikap pasien yang kerap tidak terbuka dengan riwayat kontak atau perjalanan mereka.

"Ini membuat tenaga medis tidak menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19," kata Wiku.

Selain itu, Wiku juga mengakui sempat adanya kekurangan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

Sejumlah tenaga medis pun ada yang tak menggunakan alat pelindung diri secara tepat.

"Faktor selanjutnya, tenaga medis banyak yang kelelahan karena bekerja lembur," ucap dia.

Terakhir, Wiku menyebut, ada faktor ketidakmampuan tenaga medis dalam menangani pasien saat mengalami gawat darurat.

Gugus Tugas mencatat, hingga Rabu ini, setidaknya ada 38 dokter dan 17 perawat yang meninggal dunia selama pandemi corona di tanah air.
Namun, Wiku memastikan, pemerintah terus berupaya mencegah risiko penularan Covid-19 terhadap tenaga medis.

Masyarakat pun diminta menerapkan pola hidup sehat dan terus menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

"Kami menganggap ini sebagai pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Perubahan perilaku hidup sehat lewat edukasi kesehatan secara masif menjadi kunci dalam menghentikan penyebaran virus," kata Wiku.
Panglima TNI Sesali Masyarakat Tak Hargai Jasa Tenaga Medis: Apakah Jiwa Ketimuran Sudah Hilang?
Tindakan masyarakat yang tidak mengapresiasi tenaga medis yang menangani pasien virus corona, dikritik Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Menurut Hadi Tjahjanto tenaga kesehatan kini menjadi ujung tombak.

Hadi mengatakan, mereka telah berjuang sekuat tenaga tidak mengenal waktu merawat para pasien Covid-19.

Menurutnya, karena sifat virus itu bahkan para dokter dan tenaga medis lainnya harus bekerja dalam kondisi yang sangat tidak nyaman selama berjam-jam menggunakan APD.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda secara daring yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Sabtu (2/5/2020).

"Mereka mengorbankan keselamatan dirinya sendiri untuk membantu dan melayani orang lain. Seharusnya melihat hal seperti itu masyarakat luas memberi apresiasi. Namun ternyata ada sebagian masyarakat yang bertindak sebaliknya," kata Hadi.

Selain itu Hadi juga bahkan menganalogikan kondisi saat ini dengan perang kemerdekaan.

Menurutnya, saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan para pejuang mendapat bantuan dan dukungan dari rakyat.

Namun para tenaga medis kita yang saat ini merupakan pejuang melawan Covid-19 justru ada yang mendapatkan hal sebaliknya.

"Apakah kita sudah kehilangan semangat kekeluargaan, gotong royong dan jiwa ketimuran yang selama ini kita banggakan? Fenomena ini dapat menjadi bahan penelitan sosial. Apakah ini dampak kemajuan teknologi komunikasi melalui media sosial yang membuat kita semakin individualis?" kata Hadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gugus Tugas Ungkap Faktor Banyaknya Tenaga Medis Meninggal Dunia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved