Breaking News:

Sulhan: Puskesmas Kekurangan APD

Keterbatasan APD jadi momok bagi para tenaga medis di seluruh Sulut. Tak terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Tribun manado / Arthur Rompis
Pos Covid-19 di Perbatasan Bolmong-Minsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK -   Keterbatasan APD jadi momok bagi para tenaga medis di seluruh Sulut. Tak terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Di Puskesmas Inobonto, hanya dokter yang mengenakan APD baju hazmat.

"Ada juga perawat yang pakai APD. Tapi mereka tugas di pos tapal batas Bolmong dan Minsel, jadi harus pakai masker," ujar Kepala Puskesmas Felma Punusingon melalui seorang bendahara yang jadi juru bicara Puskesmas.

Mestinya, kata dia, lebih banyak lagi tenaga medis di Puskesmas yang memakai baju hazmat karena kontak dekat dengan pasien.

Namun terbatasnya baju tersebut membuat mereka harus menetapkan skala prioritas.

"Kami masker saja," kata dia.
Dikatakannya, jumlah APD di Puskesmas tersebut minim. Ia menghitung sedari awal hanya 22 APD saja yang ada di puskesmas itu. Ke 22 APD itu adalah bantuan Pemkab serta elemen masyarakat lainnya. "Padahal jumlah disini ada 40 orang," kata dia.

Beruntung, kata dia, pihaknya banyak memiliki APD yang bisa dicuci hingga dapat dipakai berkali kali. Ungkapnya, APD memang sangat dibutuhkan.

Hampir tiap hari ada lima orang pelaku perjalanan dari daerah pendemi datang ke Bolmong.

"Mereka harus ke puskesmas, kalau tidak mau, kami yang datang, mau periksa juga harus pakai APD," kata dia.

Meski miskin APD, para tenaga medis Puskesmas tersebut tidak pernah pakai has hujan.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved