Persma Manado
Dari Kaki Siluman, Jerapah Hingga Spiderman, Ini 12 Legiun Asing Yang Pernah Perkuat Persma Manado
Namun memori tentang tim berjuluk Badai Biru tersebut masih hidup dalam benak ribuan pecandu sepakbola di kota Manado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Persma Manado sudah lama hilang dalam blantika sepakbola Indonesia.
Namun memori tentang tim berjuluk Badai Biru tersebut masih hidup dalam benak ribuan pecandu sepakbola di kota Manado.
Satu yang paling diingat adalah kiprah para legiun asingnya.
Persma merupakan sebuah tim yang selalu menggunakan jasa pemain asing.
Hadirnya pemain asing, selain memperkuat tim, juga menjadi daya tarik bagi penonton.
Banyak yang memenuhi ekspektasi publik.
Tak sedikit pula yang gagal.
Berikut 12 pemain asing yang pernah berbaju biru kuning - warna kostum Persma Manado.
Generasi pertama pemain asing yang merumput di Persma Manado di awal berlaga di kompetisi profesional liga indonesia.
Pemain asal Chili ini digadang gadang sebagai bomber maut. Nyatanya kiprah Sanchez kurang maksimal.
Sanchez dinilai lambat serta hanya jago duel udara.
Pemain berjuluk jerapah ini hanya semusim bermain di Persma. Kemudian ia pindah ke Arema Malang.
Vini, vidi dan vici. Gelandang asal Chili ini begitu tiba langsung merebut hati warga Manado.
Gaya bermainnya elegan.
Umpannya maut. Gocekannya yahud. Visi permainannya luar biasa.
Teriakan "Araya Araya" kerap menggema di stadion Klabat Manado kala si kaki siluman - julukan Araya
bersiap melakukan tendangan bebas.
Ia memang kerap mencetak gol dari tendangan bebas.
Meski tidak membawa Persma menggapai prestasi puncak tapi Araya tetap dikenang sebagai legenda hidup Persma.
3 Onana Jules Denis
Libero Kamerun ini adalah bek legendaris Persma Manado.
Begitu tiba di Manado pada Ligina 2, Onana langsung klop. Pertahanan Persma yang kocar kacir di Ligina 2 mendadak kuat bak benteng yang sulit ditembus.
Onana sempat menjadi pelatih merangkap pemain.
Ia menggantikan pelatih legendaris Persma Manado Manuel Vega.
Onana punya gaya main tenang, pintar membaca permainan, jago duel udara, tekelnya bersih
serta berjiwa kepemimpinan.
4 Ebongue Ernest
Striker asal Kamerun ini disebut sebagai striker oportunis.
Gaya bermainnya lambat. Tapi pintar menciptakan peluang dan mengkonversinya menjadi gol.
Ia hanya semusim di Persma.
Gaya bermainnya yang lambat tak cocok dengan strategi bermain Persma yang
menekankan determinasi dan kecepatan.
5 Fiala Jean Pierre
Gelandang Kamerun yang datang bersama Ebongue dan Onana.
Permainannya cukup memukau. Punya visi bermain yang baik.
Permainan one two nya bersama Ebongue menjadi trade mark Persma kala itu. Sayang ia hanya semusim di Persma.
6 Fouda Ntsama
Striker asal Kamarun ini direkrut dari PKT Bontang dengan harapan bisa menjadi goleador Persma.
Fouda membuktikannya dengan menjadi pencetak gol Persma selama tiga tahun masanya berbaju biru kuning.
Fouda dikenal cepat, agresif serta punya tendangan keras.
7 Emanuel Maboang Kessack
Tandem Roger Milla di Pelita Jaya digadang sebagai pengganti Rodrigo Araya yang hengkang.
Publik manado punya ekspektasi tinggi terhadap Kessack yang kala itu merupakan salah satu legiun asing terbaik Indonesia.
Namun ekspektasi tersebut tak bisa dipenuhi.
Beban sebagai pengganti Araya sulit dipikul Kessack, meski ia punya skill luar biasa.
8 Samson Kinga
Striker Persma di masa tim ini terdegradasi.
Direkrut pada putaran kedua, Kinga tak bisa mengangkat prestasi Persma yang jeblok di bawah asuhan pelatih Arie Kussoy.
Cepat, kuat serta punya skill yang bagus.
Tapi penyerang asal Kamerun ini tak punya naluri gol yang baik sehingga kerap melewatkan peluang emas di depan gawang lawan.
9 Ruben Cecco
Striker asal Argentina ini jadi maskot Persma kala berlaga di divisi satu.
Ia punya segalanya sebagai striker pembunuh.
Cepat, agresif, jago duel serta dingin di kotak penalti.
Dia juga punya skill yahud yang sering ia pemerkan, hingga penonton bak menonton sirkus. Semua terhibur.
Ia turut membawa Persma balik kembali ke divisi utama. Sayang kontraknya tak diperpanjang.
10 Nyom Nyom Alois.
Striker asal Kamerun ini merupakan salah satu pembelian terburuk Persma.
Digadang gadang sebagai bomber maut, Nyom melempem.
Persma pun terseok seok di awal penampilannya di divisi utama. Hanya setengah musim ia berbaju kuning kuning lantas dilego.
11 Christian Carasco.
Striker asing papan atas ini mengadu nasib di Persma Manado.
Awalnya ia tampil luar biasa. Sayang striker asal Cili ini tak konsisten. Persma pun jadi tim medioker.
Meski demikian publik tak akan melupakan aksi selebrasi golnya yang unik yakni memakai topeng Spiderman.
12 Jardel Santana Da Silva
Gelandang asal Brasil ini jadi legenda kedua setelah Araya.
Punya skill individu yahud khas Brazil, Jardel pun dikenal loyal pada klub.
Gabungan skill dan loyalitasnya itu berbuah aksi ciamik dalam tiap penampilannya. (art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dari-kaki-siluman-jerapah-hingga-spiderman.jpg)