Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Bule Rusia yang Viral Ngamen di Pasar Diajak Duet Dekan Fakultas Seni UNU, Ini Ungkapan Hati Mikhail

Nurkholis pun menyempatkan diri untuk menengok dan bermain musik bersama dengan Mikhail di Kantor Imigrasi Klas I TPA Mataram, sebelum dideportasi.

Editor: Frandi Piring
FITRI R
WNA Rusia, Mikhail Bondarek (29) berkolaborasi dengan musisi tradisi Lombok, Nurkholis Sumardi (26) di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5) 2020) sebwlum dideportasi ke Rusia. Menurut rencana keluarga Rusia ini akan dideportasi Minggu malam melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pria WNA asal Rusia, Mikhail Bondarek (29), yang videonya viral saat mengamen di pasar bersama istri dan bayinya, mendapat perhatian sejumlah seniman di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

Salah satunya, Dekan Fakultas Seni di Universitas Nahdatul Ulama (UNU) di Mataram, Nurkholis Simardi.

Nurkholis Simardi pun menyempatkan diri untuk menengok dan bermain musik bersama dengan Mikhail di Kantor Imigrasi Klas I TPA Mataram, sebelum dideportasi, Sabtu (2/5/2020).

WNA Rusia, Mikhail Bondarek (29) berkolaborasi dengan musisi tradisi Lombok, Nurkholis Sumardi (26) di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5) 2020) sebwlum dideportasi ke Rusia. Menurut rencana keluarga Rusia ini akan dideportasi Minggu malam melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
WNA Rusia, Mikhail Bondarek (29) berkolaborasi dengan musisi tradisi Lombok, Nurkholis Sumardi (26) di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5) 2020) sebwlum dideportasi ke Rusia. Menurut rencana keluarga Rusia ini akan dideportasi Minggu malam melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. (FITRI R)

Nurkholis, yang juga ahli etnomusikologi, memainkan alat musik gambus Lombok. Sementara itu, jari-jari Mikhail memainkan tuts akordeon yang dia pakai untuk mengamen.

Kedua seniman tersebut melantunkan sejumlah lagu, antara lain Pemban Selaparang dan Tegining Teganang serta sebuah lagu cinta dari Rusia.

Nurkholis mengaku senang bertemu dengan keluarga Mikhail tersebut.

"Musisi jalanan ini melakukan aktivitasnya tidak semata-mata karena uang, tetapi lebih pada bagaimana mereka diapresiasi di jalanan di negara manapun," ucap Nurkholis.

Kendala musisi jalanan

Tampak WNA Rusia bersama Anak dan Istrinya terpaksa harus dipulangkan ke Kantor Konsulat Rusia di Bali, karena kedapatan mengamen dan mencari nafkah di Lombok. Mereka tak bisa pulang ke negaranya karena Covid-19.
Tampak WNA Rusia bersama Anak dan Istrinya terpaksa harus dipulangkan ke Kantor Konsulat Rusia di Bali, karena kedapatan mengamen dan mencari nafkah di Lombok. Mereka tak bisa pulang ke negaranya karena Covid-19. (Kompas TV/FITRI R)

Dalam kesempatan itu, Nurkholis mengakui adanya kendala yang dihadapi oleh para mususu jalanan, seperti Mikhail dan istrinya.

Dirinya pun mengatakan, jika ingin berkesenian, tetap melalui jalur legal agar tidak mendapat masalah.

"Tetapi memang kendala seniman seperti mereka ini selalu sama, bukan hanya di Indonesia.

"Ketika mereka jujur mengatakan bahwa mereka seniman dan akan berkesenian di jalanan, pihak Imigrasi akan sulit memuluskan izin untuk mereka.

"Namun, jika mereka memiliki kapasitas untuk masuk ke wilayah manapun di Indonesia, saya pribadi bicara sebagai musisi dan seniman, mungkin bisa diperlonggar," kata Nurkholis.

Sementara itu, Mikhail pun mengaku bahagia saat bermain musik dengan Nurkholis.

Dirinya juga mengakui belum memiliki rencanan apa pun setelah pulang ke negaranya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved