Berita Kriminal

Begal Sopir Taksi Online Ditangkap, Motif Masalah Ekonomi: Terlilit Utang Biaya Istri Melahirkan

Perbuatan bgal pria inisial I yang terjadi di Jalan Gurame, Rawamangun, Jakarta Timur, menewaskan sopir taksi online.

Kompas.com - Josephus Primus
Foto ilustrasi borgol. Pelaku berinisial I mengaku terpaksa melakukan pembegalan terhadap sopir taksi online lantaran terlilit utang biaya istri melahirkan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dengan motif ekonomi karena harus bayar utang biaya istri melahirkan, seorang lelaki inisial I (23) melakukan aksi begal. 

Korbannya adalah seorang sopir taksi online.

Perbuatan I terjadi di Jalan Gurame, Rawamangun, Jakarta Timur.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat jumpa pers yang disiarkan langsung akun Instagram @humas.pmj, Sabtu (2/5/2020).

"Keterangan awal ini masalah ekonomi, dia terdesak karena istri baru melahirkan dan utang ada sekitar 11 juta yang harus diselesaikan, ini menurut tersangka," ujar Yusri.

Yusri menyebut bahwa kondisi tersebut jadi alasan tersangka melakukan aksi pembegalan yang menewaskan seorang supir taksi online pada Kamis (30/4/2020) lalu.

"Makanya dia gelap mata, berupaya untuk menutupi hutang hasil istri melahirkan, ini keterangan tapi kami terus menjalani pemeriksaan," ungkap Yusri.

Diketahui tersangka berinisial I (23) diringkus polisi di kawasan Taman Mini, Jakarta pada Jumat (1/5/2020) lalu

Baca juga: Kronologi Begal Taksi Online di Rawamangun, Korban Sempat Melawan di Dalam Mobil

Menurut Yusri, tersangka tertangkap saat hendak menjual sejumlah velg dan ban yang berasal dari mobil milik korban.

"Karena takut menjual (mobil), yang pertama dijual adalah ban dan velg, empat-empatnya," kata Yusri.

Saat Ini, tersangka I sudah ditahan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait tindak kejahatan yang dilakukannya.

Akibat perbuatannya, dia terancam Pasal 340, Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Pasal 340 KUHP dengan ancamannya kurungan seumur hidup atau paling lama 20 tahun, lalu Pasal 338 dengan ancaman 15 tahun, Pasal 365 ancaman 9 tahun penjara," ungkap Yusri.

262 WNI di Arab Saudi Akhirnya Pulang ke Indonesia Setelah Sempat Terhambat Lockdown

Terdampak Pandemi Covid-19, Berkshire Menjual Seluruh Sahamnya di Empat Maskapai Penerbangan AS

Inilah Aksi Terbaru Pemudik Untuk Mengelabui Petugas di Semarang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Begal Sopir Taksi Online di Rawamangun Terlilit Utang Biaya Istri Melahirkan".

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved