Breaking News:

NEWS

Harga Gula Naik, Pengamat Ekonomi Sebut Masalahnya Ada Pada Distribusi

Pandemi Covid-19 membuat sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan di masyarakat.

Istimewa/Dok. Pribadi Robert Winerungan
Akademisi Unima, Dr Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan di masyarakat.

Salah satunya terjadi pada harga gula pasir di pasaran yang tembus hingga Rp 20.000 ribu per kilogram.

Padahal, sebelumnya Kementrian Perdagangan RI menetapkan harga gula sesuai dengan harga eceran tertinggi yakni Rp 12.500 per kilogram.

Menanggapi hal ini, Pengamat Ekonomi Sulut Dr Robert Winerungan menilai masalah kenaikan harga gula adalah masalah klasik kendati tidak sedang dalam kondisi pandemi covid-19.

"Masalah gula di Indonesia tidak pernah selesai, setiap tahun selalu saja jadi masalah, dugaan masalah selalu terletak pada tiga hal, yakni kalau tidak pada sektor perkebunan tebuh, pada pabriknya atau pada masalah distribusi," ungkap Winerungan kepada Tribun Manado.

Menurutnya memang kenaikan harga gula ini bisa juga disebabkan karena adanya pandemi covid-19 atau adanya penimbunan stok gula dari pihak-pihak tertentu.

"Nah, itu perlu ada pengawasan ketat dari pemerintah sehingga para pengepul kapok melakukan penimbunan gula," tegas Winerungan.

Namun, kata Winerungan kalau pun masalahnya terletak pada Distribusi gula, pemerintah harus mencari solusi. Salah satunya dengan impor gula, walaupun dengan harga yang murah.

"Tidak usah malu kalau harus import dengan harga murah, dari pada mengharapkan produksi di dalam negeri dengan harga mahal, dan menjadi sumber inflasi kemudian pemerintah mengeluarkan subsidi di perkebunan tebuh," jelas Dosen Ekonomi Fakultas Ekonomi Unima ini.

Dikatakan Winerungan, solusi lain dari adanya kenaikan harga gula ini pemerintah perlu melakukan pembenahan pada jalur distribusi. Sebab inilah yang menjadi masalah adanya perbedaan harga gula antara pemerintah dan pasar.

"Karena pasti disini ada yang menimbun gula, jadi pemerintah harus antisipasi dengan impor gula dan memastikan jalur distribusi tidak bermasalah," pungkas Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado ini. (Tribunmanado/Mejer Lumantow)

Penulis: Majer Lumantow
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved