Breaking News:

Update Virus Corona Dunia

Namanya Digunakan Menyebar Informasi yang Salah, Profesor Jepang Minta Fokuskan Energi Lawan Corona

"Oleh karena itu marilah kita perhatikan tujuan tertinggi yang bisa dicapai oleh spesies kita," ajak sang profesor.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Richard Susilo
Profesor Tasuku Honjo (78), Wakil Direktur Jenderal dan Profesor Kehormatan Institute for Advanced Study Universitas Kyoto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOKYO - Pemegang hadiah nobel fisiologi kedokteran tahun 2018, Profesor Tasuku Honjo (78), meminta semua pihak memfokuskan energi melawan virus corona (Covid-19) sebagai musuh bersama.

"Ini adalah waktu bagi kita semua, terutama kita yang mengabdikan karir kita ke garis depan penelitian ilmiah, untuk bekerja sama untuk melawan musuh bersama ini," ungkap sang profesor melalu pesannya kepada Tribunnews.com, Selasa (28/4/2020).

Ia menambahkan bahwa manusia tidak dapat menunda upaya untuk menyelamatkan hidup sesama manusia.

"Pada tahap ini, ketika semua energi kita yang diperlukan untuk mengobati yang sakit, perlu pula mencegah penyebaran kesedihan lebih lanjut, dan merencanakan awal yang baru. Penyiaran klaim yang tidak berdasar mengenai asal-usul penyakit ini sangat mengganggu pengaruhnya," tambahnya.

Setelah rasa sakit, kerugian ekonomi, dan penderitaan global yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, sang profesor juga sangat sedih bahwa namanya dan nama Universitas Kyoto telah digunakan untuk menyebarkan tuduhan palsu dan informasi yang salah.

"Universitas ini mengabdikan dirinya untuk memajukan kesejahteraan umat manusia berdasarkan prinsip hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan alam," ujarnya.

"Merupakan kebahagiaan dan kehormatan abadi saya untuk mendukung tujuan ini sepenuhnya," tambahnya.

"Oleh karena itu marilah kita perhatikan tujuan tertinggi yang bisa dicapai oleh spesies kita," ajak sang profesor.

Profesor Tasuku Honjo adalah Wakil Direktur Jenderal dan Profesor Terhormat Institute for Advanced Study Universitas Kyoto.

Lewat asistennya, David Hajime Kornhauser yang mengaku sebagai Global Communications Universitas Kyoto juga mengingatkan banyaknya akun twitter palsu mengaku-aku sebagai milik sang profesor.

"Harap perhatikan juga bahwa akun Twitter yang mengklaim mewakili pandangan Dr Honjo - yang telah menjadi sumber banyak informasi palsu - adalah penipuan dan memfitnah. Atas nama Dr Honjo, Universitas telah meminta kepada Twitter untuk menonaktifkannya," papar David.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profesor Jepang Minta Semua Pihak Fokuskan Energi Melawan Corona Sebagai Musuh Bersama.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved