Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Staf Khusus Presiden

Setelah Belva dan Andi Taufan Mundur, Jokowi Diminta Copot Stafsus Lain yang Main Proyek Pemerintah

Bos RuangGuru Belva Devara dan Bks PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan telah mengundurkan diri dari jabtan Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Editor: Rizali Posumah
antara
Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf saat diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. 

TRIBUNMANADO.O.ID - Di masa pandemi virus corona atau Covid-19 ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengevaluasi kinerja staf khusus (Stafsus) presiden.

Selain Bos RuangGuru Belva Devara dan Bks PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan yang sudah terlebih dulu mengambil langkah mundur sebagai Stafsus, Jokowi diminta turut mengevaluasi kinerja yang lainnya.

Pasalnya, saat ini Presiden Jokowi membutuhkan pikiran dan tenaga ekstra untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sangat tepat jika presiden memberdayakan semua potensi yang ada di lingkaran istana.

"Harus mengevalusi. Evaluasi kinerja stafsus itu sebagai sebuah keniscayaan bagi presiden. Karena stafsus itu kan bukan pajangan Istana," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin kepada Tribunnews, Minggu (26/4/2020).

"Digaji besar dari uang rakyat jadi kinerjanya harus jelas. Kontribusinya terhadap presiden juga harus jelas," tambahnya.

Selain itu, Ujang menilai, Presiden Jokowi harus tegas memberhentikan para Stafsus yang bermain proyek.

Pasalnya, ia menduga masih ada Stafsus Presiden yang terlibat dalam proyek-proyek pemerintah.

"Stafsus yang main proyek pemerintah dicopot saja. Karena ada indikasi stafsus yang lain juga ada yang bermain-main dengan proyek pemerintah," ucapnya.

Namun, selain evaluasi kinerja stafsus lainnya, Jokowi juga perlu mempertimbangkan langkah kongrit kedepannya. Yakni, mempertahankan stafsus yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi kerja-kerja Jokowi.

"Jadi evaluasi itu suatu keharusan. Namun dari evaluasi itu harus ada langkah kongkrit dari presiden. Yang bagus kinerjanya pertahankan. Dan yang jelek kerjanya copot saja," jelasnya.

Bukan Kali Pertama Kim Jong Un Menghilang, Namun Jika Benar Ia Meninggal Perang Saudara Bisa Terjadi

Bagikan Masker Gratis Buat Warga Desa Tombolikat, Alheid: Tidak Ada Alasan Tak Pakai Masker

Sikap Berani Mundur Justru Dimulai Pejabat Dari Generasi Milenial

Sikap Belva Devara dan Andi Taufan yang memutuskan mundur sebagai staf khusus Presiden Jokowi bisa menjadi contoh bagi pejabat publik.

Demikian yang dikatakan Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Menurut Karyono, para pejabat yang diduga memiliki konflik kepentingan bisa mengikuti langkah Belva Devara dan Andi Taufan.

"Keputusan mundur oleh kedua staf khusus presiden tersebut patut menjadi contoh bagi pejabat yang lain."

"Sikap berani mundur justru dimulai dari pejabat dari generasi milenial. Ini patut diapresiasi," kata Karyono saat dihubungi Tribunnews, Jumat (24/4/2020).

Karyono juga menyebut, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sikap Belva Devara dan Andi Taufan.

Tentunya, pelajaran bagi generasi milenial agar tidak hanya memiliki keahlian dan prestasi gemilang tapi juga harus memiliki moral dan integritas tinggi yang jauh dari mental korupsi.

Selain sebagai pelajaran untuk generasi milenial, kasus Belva dan Andi Taufan juga harus menjadi pelajaran bagi setiap pejabat pemerintahan agar selalu menjaga integritas dan moralitas, tidak menyalahgunakan wewenang.

"Sikap positif dari Belva dan Andi yang berani mengambil sikap mundur dari jabatan juga patut menjadi contoh bagi setiap pejabat pemerintahan dan penyelenggara negara yang lain," jelasnya.

Diketahui, Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari posisi staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengumuman pengunduran diri Andi diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

Dalam surat itu, Andi menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden melalui surat yang telah disampaikannya pada 17 April 2020, lalu.

Sebelumnya, melalui akun instagram @Belvadevara yang dikutip pada Selasa, (21/4/2020), Belva Devara mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan staf khusus presiden.

Pengunduran dirinya itu telah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi.

Dalam surat terbukanya itu, Belva menuliskan bahwa pengunduran dirinya telah diterima Presiden.

Adapun alasan pengunduran dirinya tersebut terkait dengan polemik Ruangguru di program kartu Prakerja.

Belva yang menjabat CEO di Ruangguru tidak mau adanya konflik kepentingan dengan jabatannya sebagai staf khusus presiden.

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 27 April 2020: Gemini Sibuk, Cancer Sedang Memendam Perasaan

Dampak Pandemi Covid-19, Bayar Zakat Fitrah Bisa Online, Begini Caranya

Setelah Manado, Jerry Sambuaga Langsung Salurkan Bantuan Lain ke Kota Tomohon

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Staf Khusus, 'Stafsus yang Main Proyek Pemerintah Dicopot Saja'.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved