Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Sehat

Sayuran dan Bahan Makanan Yang Sebaiknya Dimasak Sebelum Dimakan, Lebih Banyak Manfaat

Sayuran dianjurkan menjadi bagian dari pola makan sehari-hari karena memberi banyak manfaat bagi kesehatan.

Tayang:
Screenshot Video
Brokoli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah sayuran dan bahan makanan yang akan lebih bermanfaat jika kita masak terlebih dahulu sebelum dimakan. 

Simak tips sehat berikut ini. 

Ada beberapa sayuran yang sudah menjadi makanan andalan banyak orang. 

Dan kebanyakan sayur dan bahan makanan tersebut disantap mentah.

Memang tak mengapa, namun akan lebih baik jika dimasak terlebih dahulu. 

Sayuran dianjurkan menjadi bagian dari pola makan sehari-hari karena memberi banyak manfaat bagi kesehatan.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, beberapa orang menganggap kita harus mengonsumsinya dalam kondisi mentah.

Alasannya, proses pemanasan dianggap bisa merusak nutrisi dalam sayur.

Hal ini tidak sepenuhnya benar.

Beberapa sayur justru dianjurkan untuk diproses terlebih dahulu atau akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Creator situs BetterThanDieting.com, Bonny Taub-Dix berbagi informasi soal sayuran mana yang sebaiknya tak dikonsumsi dalam kondisi mentah dan harus dimasak

1. Kale

Banyak orang mengonsumsi kale mentah tanpa mengalami masalah apa pun.

Kebanyakan memasukkannya ke dalam bahan salad.

Padahal, sebuah studi yang dilakukan oleh Linus Pauley Institute menemukan bahwa mengonsumsi sayuran dari keluarga cruciferous seperti kale bisa mengacaukan sintesis hormon tiroid.

Hal ini bisa berdampak negatif terhadap metabolisme tubuh.

Namun, Taub-Dix mengatakan, efek negatif tersebut mungkin baru dirasakan jika kita mengonsumsi kale mentah dengan jumlah yang sangat banyak.

2. Tomat

Tomat memiliki banyak manfaat kesehatan ketika dikonsumsi mentah.

Namun, sebenarnya kita justru akan mendapat lebih banyak kandungan likopen setelah tomat dimasak.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Journal of Agricultural and Food Chemistry tomat melepaskan lebih banyak likopen ketika dimasak.

Likopen sendiri adalah senyawa antioksidan penangkal kanker.

Menurut Scientific American, hal ini dikarenakan suhu panas bisa memecahkan sel-sel keras yang ada pada tomat tersebut dan membuat nutrisinya lebih mudah diserap.

Selain dimasak, kita juga bisa mengkonsumsi tomat kalengan.

Malah, likopen yang terserap mungkin akan lebih banyak daripada mengonsumsinya pada kondisi segar.

Tambahkan minyak zaitun agar penyerapannya lebih sempurna.

3. Kacang merah

Secara teknis, kacang merah sebetulnya masuk ke dalam jenis kacang-kacangan, bukan sayuran.

Namun, karena menjadi bagian dari diet vegan, maka rasanya tak menjadi masalah untuk menggolongkannya ke dalam kelompok sayuran.

Kacang merah akan lebih baik jika dikonsumsi dengan direbus, setelah sebelumnya direndam air terlebih dahulu.

Jika tidak, kita berpotensi terkena haemagglutinin, sebuah racun yang, seperti disampaikan The Independent, bisa menyebabkan muntah-muntah dan diare.

4. Brokoli, kol, kubis

Menurut Scientific American, memasak sayuran yang tergolong kelompok cruciferous seperti brokoli, kol dan kubis bisa membantu pelepasan indole, komponen organik yang bisa memerangi kanker pra-kanker.

Sayuran cruciferous mentah juga bisa menyebabkan masalah pencernaan bagi sebagian orang.

Meski begitu, bukan berarti kita tak bisa mengonsumsinya mentah.

Kita boleh saja mengonsumsinya mentah namun dalam jumlah yang wajar untuk menghindari risiko masalah pencernaan.

Selain itu, Taub-Dix menyarnkan, potonglah sayuran tersebut dengan baik dan jika tidak terbiasa, hindari mengonsumsi secara bersamaan.

5. Wortel

Merebus wortel bisa membantu pelepasan karotenoid, antioksidan yang membantu memaksimalkan fungsi sistem imunitas tubuh.

Jadi, jika kamu senang menjadikan wortel mentah sebagai camilan, mungkin kamu perlu merebusnya sebentar mulai saat ini.

6. Cabai

Cabai adalah sumber likopen dan asam ferulat yang baik.

Manfaat dari cabai juga akan terserap maksimal jika kita memasaknya.

jangan memasaknya terlalu matang.

Taub-Dix menjelaskan, vitamin C akan mudah rusak karena panas.

Dengan demikian, cabai yang dimasak hingga mereka kering akan menghilangkan nutrisi yang terkandung.

"Kita juga akan meresap lebih banyak vitamin A dari cabai yang ditumis dengan minyak zaitun daripada dikonsumsi dalam kondisi mentah," kata dia.

7. Brussel sprout

Menurut University Hospitals of North Ohio, Brussel sprout bisa menyebabkan kembung dan gas jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu, pastikan kamu memasaknya dahulu sebelum mengkonsumsinya.

Untuk memastikan kamu mendapatkan nutrisi yang maksimal, proseslah sayuran tersebut secara bervariasi.

Ketika kamu menemukan metode yang pas, maka mengonsumsi sayuran setiap hari akan jadi kebiasaan yang mudah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jangan Konsumsi Mentah 7 Jenis Sayuran Ini

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Awas, Jangan Konsumsi Mentah 7 Jenis Sayuran Ini, https://bangka.tribunnews.com/2020/04/26/awas-jangan-konsumsi-mentah-7-jenis-sayuran-ini?page=all.

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul 7 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dikomsumi Mentah, Apa Saja ?,

https://kupang.tribunnews.com/2020/04/26/7-jenis-sayuran-yang-tidak-boleh-dikomsumi-mentah-apa-saja?page=all

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved