Ramadan 2020

Mahfud MD: Virus Corona Membuat Shalat Tarawih Harus Berpisah yang Dulunya Dianjurkan Harus Bersama

Dikabarkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, masyarakat tak bisa menjalani ritual sepert

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Menko Polhukam Mahfud MD 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dikabarkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, masyarakat tak bisa menjalani ritual seperti berkumpul, di tengah pandemi virus corona.

Ia menghimbau masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah terkait kebijakan physical distancing atau menjaga jarak fisik pada bulan Ramadhan ini.

Akibat dari pandemi virus corona membuat kita tidak bisa beribadah bersamaatau berkumpul, harus ibadah sendri dari rumah.

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Ramadhan 1441 H, Tulisan Arab, Latin, Lengkap dengan Artinya

"Di dalam ibadah itu, ada yang sifanya substansi. ada yang sifatnya ritual."

"Ritual itu, ada yang murni dan ada yang kemasyarakatan," ujar Mahfud MD, Sabtu (25/4/2020), dikutip dari YouTube BNPB Indonesia.

Umat Islam pun tak bisa menjalani salat Tarawih dengan bersama-sama saat pandemi corona.

"Berpuasa, salat Tarawih, merupakan ajaran substansi di dalam agama Islam."

"Dulu dianjurkan bersama, tapi karena sekarang ada kebijakan physical distancing, maka kita harus ikuti aturan pemerintah," jelasnya.

Mahfud MD menyampaikan, saat ini masyarakat diharuskan untuk menghindari penularan virus corona dulu.

Beribadah pada bulan Ramadhan bisa dilakukan di rumah, karena jika di masjid dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved