Wawancara Khusus

Wawancara Khusus Bersama Frans Lebu Raya Mantan Gubernur NTT, Bicara Soal Penanaman Kedelai di Sulut

Drs Frans Lebu Raya, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan keterangan terkait acara penanaman kedelai di Desa Tontalete

Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: Rhendi Umar
POS KUPANG/ISTIMEWA
Frans Lebu Raya Mantan Gubernur NTT 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Drs Frans Lebu Raya, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan keterangan terkait acara penanaman kedelai di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (20/4/2020).

Hal ini disampaikan Frans Lebu Raya yang termasuk dalam tim Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada saat wawancara khusus dengan Tribun Manado melalui sambungan telepon, Senin (20/4/2020).

Tribun Manado (TM) : Apa rencana kegiatan besok dan garis besarnya seperti apa?

Frans Lebu Raya (FLR) : Jadi besok itu Pak Menteri Pertanian akan hadir di penanaman perdana kedelai sebagai momentum kebangkitan kedelai nasional.

Saya bersama teman-teman dari ILB bertekad untuk mendukung Pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian untuk mengembangkan kedelai.

Karena selama ini memang kedelai impor kita masih tinggi ya. Impor kedelai itu dalam data yang kita dapatkan itu ternyata mencapai 2,9 miliar dolar.

Ya sehingga kami bertekad mendukung Pemerintah untuk paling tidak mengurangi impor kedelai, meningkatkan produksi dalam negeri hingga kita bisa menyelamatkan devisa negara.

TM : Mengapa pilih Sulut, apa keistimewaan daerah ini?

FLR : Saya bersama teman-teman bertekad untuk mengembangkan kedelai tetapi kita mulai dari Sulawesi Utara.

Mengapa Sulawesi Utara yang kami pilih pertama karena sebenarnya kita mulai dari Kalimantan tetapi ternyata Sulawesi Utara lahannya lebih cocok lebih subur.

Kemudian Sulawesi Utara ini di tahun 2017 pernah menjadi juara nasional produksi kedelai 40.000 hektar.

Sehingga kami bertemu pemerintah daerah Pak Gubernur lalu kami mulai dari Sulawesi Utara.

Besok itu penanamannya untuk benih seluas 12 hektar, besok tapi akan berkembang menjadi 50 hektar untuk benih.

Saat ini memang setelah mulai dari Sulawesi Utara nanti kita akan kembangkan di Sulawesi Selatan karena sudah sepakat dengan Pak Gubernur Sulawesi Selatan untuk mengembangkan itu di Sulawesi Selatan juga dalam luasan yang besar ya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved