Breaking News:

Update Virus Corona Indonesia

Kronologi 21 Tenaga Medis RST Ciremai Jalani Isolasi Mandiri, Karena Keluarga Pasien tidak Jujur

Akibat dari pasien 21 tenaga kesehatan RST Ciremai Cirebon harus menjalani isolasi mandiri setelah menangani pasien yang tidak jujur

Editor: Glendi Manengal
SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM
Ilustrasi pasien terinfeksi virus corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID, CIREBON - Akibat dari pasien 21 tenaga kesehatan RST Ciremai Cirebon harus menjalani isolasi mandiri setelah menangani pasien yang tidak jujur mengenai riwayat kontak dan perjalanannya.

Disampaikan Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.03 Cirebon, Letkol Ckm dr Wildan Sani SpU, pada Selasa (14/4/2020) datang pasien atas nama Tuan M ke RST Ciremai Cirebon.

Saat itu, menurut dia, kondisi Tuan M yang diantar pihak keluarganya tersebut tidak sadarkan diri.

16 Orang Tewas Saat Aksi Penembakan Brutal di Kanada, Salah Satunya Polisi Wanita Tewas Tertembak

Namun, dokter jaga dan perawat yang bertugas di IGD RST Ciremai tetap melakukan prosedur sesuai protokol dari Kemenkes RI.

"Kami lakukan rapid test dan hasilnya negatif, kemudian bertanya ke pihak keluarga mengenai riwayat kontak serta perjalanan pasien," ujar Wildan Sani dalam telekonferensi PSC 119 Kota Cirebon, Senin (20/4/2020).

Ia mengatakan, pihak keluarga tidak menyampaikan bahwa Tuan M telah melakukan kontak dua anggota keluarganya, yakni Tuan H dan Nyonya X, yang berstatus PDP serta telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Minimnya data yang didapat dan hasil rapid test yang menyatakan pasien negatif Covid-19 membuat tim medis memutuskan merawat Tuan M di ruang ICU bukan di ruang isolasi.

Selain itu, tim medis yang menanganinya pun hanya mengenakan alat pelindung diri (APD) level dua sesuai protokol Kemenkes RI.

"Setelah dirawat beberapa jam kondisi pasien sempat membaik, tapi kemudian pada Selasa malam memburuk dan meninggal dunia pada Rabu (15/4/2020) dini hari," kata Wildan Sani.

Trump dan Erdogan Bekerja Sama Tangani Kasus Virus Corona Setelah Berbicara Lewat Telepon

Kala itu, menurut dia, pihak keluarga baru menyampaikan bahwa Tuan M telah melakukan kontak dengan keluarganya yang berstatus PDP dan telah meninggal dunia.

Jika pihak keluarga berterus terang sejak awal maka pasien itu dikategorikan sebagai PDP dan dirawat di ruang isolasi serta tim medis yang menanganinya juga akan mengenakan APD lengkap.

Pihaknya pun sangat menyayangkan ketidakjujuran keluarga mengenai riwayat kontak pasien sehingga berimbas pada 21 tenaga kesehatan RST Ciremai harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Mengenai pasien Tuan M ini sudah dikuburkan oleh tim kami, dan prosesnya sesuai protokol Kemenkes RI," ujar Wildan Sani.

Ia mengakui telah memeriksa lebih lanjut mengenai kondisi Tuan M dan ditemukan cairan di paru-parunya yang merupakan salah satu indikasi kuat orang terpapar Covid-19.

Terdampak Covid-19, Warga Jabodetabek Diberikan Sembako 2 Minggu Sekali

Namun, Wildan mengakui hingga kini hasil uji laboraturium dari pemeriksaan swab tenggorokan pasien belum keluar.

Selain itu, kata dia, riwayat klinis pasien Tuan M dan dua kerabatnya, yakni Tuan H serta Nyonya X, tergolong cepat.

Pasalnya, ketiganya dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Hasil uji swab dari dua anggota keluarganya juga belum ada, dan kami sangat menyayangkan pihak keluarga tidak jujur dari awal," kata Wildan Sani.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul " Kronologi 21 Tenaga Kesehatan RST Ciremai Jalani Isolasi Mandiri, Gegara Keluarga Pasien Tak Jujur "

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved