Update Virus Corona Sulut
Pengamat Kesehatan Sebut Kebutuhan Alat PCR di Sulut Mendesak
Kebutuhan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosa Covid-19 di Provinsi Sulut, sangat mendesak
Penulis: Erlina Langi | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kebutuhan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosa Covid-19 di Provinsi Sulut, sangat mendesak.
Hal ini diungkapkan pengamat kesehatan Prof dr Boetje Herry Moningka.
Ia mengatakan, sejauh ini keterlambatan maupun kesalahan dalam mendiagnosa pasien yang diduga terpapar Covid-19, perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya saat ini, diseluruh rumah sakit pusat rujukan Covid-19 di Sulut, belum ada satupun yang memiliki PCR.
"Tentu ini yang membahayakan masyarakat, sebab sejauh pengamatan saya, ada banyak kasus overdiagnosis, dimana pasien bersatus PDP yang meniggal karena penyakit bawaan, justru dikubur dengan prosedur Covid," ujarnya.
Disisi lain, tambah dia ada juga PDP yang belakangan diketahui positif namun hasilnya sangat lambat, bahkan harus menunggu waktu sekitar 10 hari. Tentu ini dapat menyebabkan suspek melakukan kontak erat dengan seseorang. "Sehingga keterlambatan hasil tes ini, menjadi polemik yang sangat merugikan masyrakat," jelas Moningka
"Untuk menseriusi penanganan dan penanggulangan Covid-19 ini, pemerintah harusnya segera menaru alat PCR disetiap rumah sakit rujukan Covid-19. Karena kecepatan diagnosa sangat penting dalam meminimalisir penularan
Boetje menambahkan, jika upaya pengadaan PCR ini tidak digenjot pemerintah, maka segala upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 percuma dilakukan.
"Karena untuk melakukan tindakan dan berbagai protokol medis, tentu kita harus mengetahui dulu penyakit yang diderita. Karena tidak mungkin kita mengobati pasien tanpa ada keakuratan dalam mendiagnosa," kuncinya. (Tribunmanado/Don Papuling)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prof-dr-boetje-herry-moningka.jpg)