Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Fakta Mengejutkan Tandi Kogoya, Anggota Baru KKB Papua yang Langsung Jadi Komandan Batalyon

Anggota baru KKB Papua ini semakin jadi sorotan saat ikut menyusup ke kawasan pertambangan Freepot, dan menembaki karyawan di sana.

Editor: Frandi Piring
ISTIMEWA/FACEBOOK
Komandan KKB PAPUA Tandi Kogoya tewas saat baku tembak dengan Satgas TNI-Polri 

TRIBUNMNAADO.CO.ID - Rangkuman fakta mengejutkan dari anggota baru kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua bernama Tandi Kogoya.

Meski sebagai anggota baru, Tandi Kogoya ternyata lebih agresif dan brutal ketimbang KKB Papua lainnya.

Tandi semakin jadi sorotan saat ikut menyusup ke kawasan pertambangan Freepot, dan menembaki karyawan di sana.

Fakta yang lebih mengejutkan adalah Tandi Kogoya ternyata pernah dipenjara.

Tapi nyatanya itu tak membuatnya jera, ia bergabung lagi dengan KKB Papua dan menjadi Komandan Batalyon Komando Gabungan Pertahanan (Kogab) 8 Kemabu, Intan Jaya.

Tapi sepak terjak Tandi Kogoya kini telah berakhir, ia tewas bersama Manu Kogoya pada Kamis (9/4/2020) dalam kontak senjata dengan Satgas TNI-Polri.

Berikut rangkuman fakta tentang anggota baru KKB Papua Tandi Kogoya dilansir dari Kompas dalam artikel 'Mengenal Sosok Tandi Kogoya, KKB yang Bunuh WNA di Kantor Freeport'

Polri Ungkap Daftar Kekejian Tandi Kogoya, Komandan KKB Papua yang Tembak Mati WNA di Kantor Freeport
Polri Ungkap Daftar Kekejian Tandi Kogoya, Komandan KKB Papua yang Tembak Mati WNA di Kantor Freeport (Kolase Gatra/Facebook)

1. Sosok baru yang agresif

Anggota KKB ini dikenal lebih agresif ketimbang anggota kelompok yang lain.

Yang terakhir adalah kenekatannya masuk kawasan pertambangan Freepot, di Tembagapura.

Tak sampai di situ saja, sosok inilah yang jadi pelaku penembakan warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall, Senin (30/3/2020).

Walau tak hanya menembak WNA tersebut, tetapi pihak kepolisian meyakini bahwa orang tersebut telah diintanya sejak sampai di kawasan tersebut.

Dengan kata lain, menurut kepolisian, korban memang telah jadi target pelaku sebelumnya.

Tandi Kogoya, adalah sosok baru di KKB Papua.

Dirinya dikatakan oleh pihak kepolisian memang selalu tampil di setiap kesempatan penyerangan.

2. Pernah dipenjara

Tercatat beberapa tindakan Tandi Kogoya sudah diawasi oleh pihak yang berwajib sejak awal kemunculannnya.

Ada beberapa tindakan kriminal yang ia lakukan sejak gabung pertama kali dengan KKB Papua.

Tandi Kogoya telah melakukan serangkaian tindakan kriminal seperti penyanderaan warga sipil dan penembakan di wilayah Tembagapura pada 2017 lalu.

Sebenarnya Tandi Kogoya pernah tertangkap oleh pihak berwajib selepas aksinya yang melakukan penembakan di Mile 69 PT Freeport Indonesia.

Penangkapan Tandi terjadi di Nabire oleh Satgas Khusus pada 15 April 2018 dan dirinya divonis 1 tahun 6 bulan setelah jalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Timika.

Namun ternyata hukuman tersebut tidak membuat Tandi jera dengan apa yang telah ia lakukan.

"Ini yang disayangkan hanya mendapat vonis 1 tahun 6 bulan," ujar Kapolda.

3. Jadi komandan batalyon

Bahkan dirinya selepas mendekam di penjara pun keluar dan menjabat sebagai Komandan Batalyon Komando Gabungan Pertahanan (Kogab) 8 Kemabu, Intan Jaya.

Tandi berada di bawah kepemimpinan Sabinus Waker di Komando Nasional TPN-PB.

"Namun, dalam struktur Komando Nasional TPN-PB, Tandi Kogoya di bawah pimpinan Sabinus Waker," kata Kapolda.

4. Sepak terjang Tandi Kogoya

Sejak bergabung dengan KKB di Intan Jaya, Tandi bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi penembakan.

- 25 Oktober 2019, Tandi dan kelompoknya menembak mati dua orang tukang ojek di Sugapa, tepat di jalan menuju kampung Pugsiga, Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

- 17 Desember 2019, Tandi dan kelompoknya kembali melakukan penembakan terhadap pasukan TNI di Sugapa yang mengakibatkan dua prajurit meninggal dunia, yakni Lettu Inf Erizal Zuhry Sidabutar dan Serda Rizky Susendo.

- 19 Desember 2019, Tandi dan kelompoknya melakukan penembakan di Kampung Ugimba dan Kampung Gamagai yang mengakibatkan Serda Romadon meninggal dunia, dan 3 prajurit TNI lainnya luka tembak.

- 22 Desember 2019, Tandi dan kelompoknya melakukan penembakan di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, hingga mengakibatkan Serda Afriandi mengalami luka tembak.

- 14 Februari 2020, Tandi dan kelompoknya bertolak dari Ugimba dan ikut dalam rombongan gabungan sejumlah kelompok KKB yang dipimpin Lekagak Telenggen menuju Tembagapura, Mimika.

Personel KKB Papua
Personel KKB Papua (Facebook/The TPNPB News)

5. Akhir Teror Tandi Kogoya

Selama berada di Tembagapura, gabungan Kodap TPN-PB melakukan serangkaian penembakan, termasuk penyerangan kendaraan patroli Polsek Tembagapura.

Menurut Kapolda, gabungan KKB ini berupaya untuk mengganggu operasional PT Freeport Indonesia di Tembapura.

"Mereka menganggap sangatlah penting untuk menganggu perusahaan itu agar mendapat perhatian dari LSM-LSM internasional," kata Kapolda.

Tandi kemudian ikut dalam rombongan Kali Kopi pimpinan Joni Botak dan Henky Wamang dari Tembagapura menuju Kuala Kencana, yang dekat dengan Kota Timika.

Pada 30 Maret 2020, mereka melakukan penyerangan di area Kantor Freeport di Kota Kuala Kencana.

Dalam peristiwa itu, seorang warga New Zeland bernama Graeme Thomas Weal (57) meninggal dunia.

Sedangkan dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49), dan Ucok Simanungkalit (57) terluka.

Tandi akhirnya tewas bersama Manu Kogoya pada 9 April lalu dalam kontak senjata dengan Satgas TNI-Polri di Jalan Trans Nabire, Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika, saat akan menyergap disebuah rumah kayu.

Kapolda mengatakan, pihak keluarga berterima kasih karena jenazah Tandi bisa dibawa kembali untuk dimakamkan.

Sebab, biasanya anggota KKB yang tewas jenazahnya dibiarkan begitu saja oleh kelompok mereka.

"Biasanya, mereka yang tergabung dengan KKB jenazahnya ditinggal begitu saja," ujar Kapolda.

Sniper KKB Papua Tewas Ditembak TNI/Polri

Selain melumpuhkan Tandi Kogoya, pasukan TNI/Polri juga menembak mati sniper (penembak jitu) KKB Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membeberkan kronologi lengkap baku tembak pasukanTNI-Polri dan KKB Papua sehingga bisa melumpuhkan sejumlah pentolannya.

Terungkap pula deretan aksi keji para pimpinan KKB Papua yang berhasil ditembak mati.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, sniper KKB itu teridentifikasi sebagai Menderita Walia, anak buah Lekagak Telenggen.

Menderita Walia tewas dalam kontak senjata di Gunung Botak Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, pada Jumat (10/4/2020).

"Saudara Menderita ini dikenal sebagai sniper di kelompok Lekagak Talenggeng," kata Kapolda didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Aula Mako Brimob Yon B, Kamis (16/4/2020).

Pasukan gabungan menyita satu pucuk senapan laras panjang jenis SS1 yang digunakan Menderita Walia.

Senapan dengan nomor JAT.695381 ini merupakan hasil rampasan di Pos Polisi Kulirik, Puncak Jaya, pada 4 Januari 2014.

Senjata itu digunakan Menderita Walia selama ini.

Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan senjata itu sangat terawat, bersih, dan tanpa cacat.

"Turut diamankan 1 buah magasin SS1 beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm," ujar Kapolda.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta Mengejutkan Anggota Baru KKB Papua Tandi Kogoya, Keluar Penjara Malah Jadi Komandan Batalyon, https://surabaya.tribunnews.com/2020/04/19/fakta-mengejutkan-anggota-baru-kkb-papua-tandi-kogoya-keluar-penjara-malah-jadi-komandan-batalyon?page=all.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved