Nasional
Terjadi Penurunan Konsumsi BBM Produk Premium dan Pertaseries, Laporan Dirut PT Pertamina (Persero)
Penurunan konsumsi BBM produk Premium dan Pertaseries ini mencapai 16,78 persen per hari dibandingkan Januari dan Februari 2020
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar mengenai kondisi penjualan BBM di tanah air saat ini.
Disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.
Dia mengatakan saat ini terjadi penurunan permintaan konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal itu dia sampaikan dalam RDP panja BUMN energi dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).
Penurunan terjadi menyusul imbauan work from home serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19.
"Penurunan konsumsi BBM produk Premium dan Pertaseries ini mencapai 16,78 persen per hari dibandingkan Januari dan Februari 2020. PSBB membuat penjualan semakin tertekan," kata Nicke dalam virtual conference.
Di wilayah Jakarta, permintaan pasar BBM turun sangat tajam hingga mencapai 59 persen dibandingkan kota-kota besar lainnya.
"Ini situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Pertamina," terangnya.
Sementara, penjualan produk gasoil atau solar juga rata-rata turun 8,38 persen dibanding Januari dan Februari 2020.
Nicke menjelaskan turunnya permintaan konsumen ini berdampak besar pada operasional kilang dan keuangan perusahaan.
"Demikian juga untuk BBM aviasi penurunannya di atas 60 persen karena banyak maskapai berhenti operasi," tuturnya.
Nicke menjelaskan penurunan harga minyak dunia karena terjadinya over suplai dan diimbangi dengan penurunan demand.
Meski begitu, penjualan LPG Pertamina subsidi maupun non-subsidi mencatat tren positif karena banyaknya masyarakat yang beraktivitas di rumah.
Kenaikan permintaan pasar gas mencapai 1,45 persen per hari jika dibandingkan periode Januari dan Februari 2020.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dirut Pertamina Bercerita, Penjualan BBM Kini Turun Drastis, Terdalam Sepanjang Sejarah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/direktur-utama-pt-pertamina-persero-nicke-widyawati.jpg)