Sulut Maju

Tinjau Rumah Singgah Covid: Ini Harapan Gubernur Olly

Istimewa
Gubernur Olly Dondokambey Tinjau Rumah Singgah ODP. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara , Olly Dondokambey meninjau kesiapan rumah singgah di Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan di Jalan Teterusan Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (13/4/2020).

Kabar Gembira: 79 Persen Pasien Covid Sembuh

Ia mengatakan, tempat ini siap dipakai, tetapi tidak berharap tempat ini nanti digunakan sebagai tempat isolasi alternatif bagi masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Olly optimistis dengan dukungan dan doa dari masyarakat Sulut, penyebaran Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dapat dihentikan sehingga semua warga dapat beraktivitas kembali seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan yang kita persiapkan sebagai rumah singgah saudara-saudara kita yang datang dari luar daerah yang setelah kita evaluasi perlu mendapat pemeriksaan awal. Mudah-mudahan kamar yang sudah disiapkan ini tidak sempat digunakan. Karenanya kita doakan supaya virus Corona ini tidak menyebar," ujar Olly.

Gubernur datang ke rumah singgah untuk memastikan kelayakan dan kesiapan sebagai tempat isolasi. Rumah singgah ini memiliki 30 kamar telah memenuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan telah dilengkapi tempat tidur dan fasilitas lainnya baik halaman, kamar mandi, dapur, hingga gudang.

Diare Bisa Jadi Gejala Virus Corona, Mengapa Begitu?

Selain rumah singgah di Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan, Pemprov Sulut juga menyiapkan rumah singgah lainnya yang siap digunakan, fasilitas itu yakni Kantor Diklat Maumbi memiliki kapasitas 100 kamar, Kantor Bapelkes (270 kamar), Asrama Haji Tuminting (300 kamar) dan LPMP Sulut (40 kamar).

Adapun dalam peninjauan rumah singgah turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Danlanudsri Manado Kol Pnb Johnny Sumaryana, Sekprov Edwin Silangen, Kadis Kesehatan Debie Kalalo dan para pejabat lainnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. (ryo noor/tribun manado)

Wagub: Kita Lawan Corona

Pemprov Sulut menyiapkan rumah singgah bagi warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw menegaskan, rumah singgah bukan satu hal yang menakutkan. "Satu pemikiran yang salah apabila menolak adanya rumah singgah," kata Wagub, Senin (13/4/2020).

Adapun, 7 fasilitas rumah singgah disiapkan Pemprov Sulut, yakni Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan di teterusan (30 bed/tempat tidur), dan Kantor Diklat maumbi (100 bed).

Kemudian, Kantor Bapelkes di Malalayang (270 bed), Asrama Haji di Tuminting (300 bed), RSUD Bitung (20 bed ruang khusus isolasi), Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (eks BPG) di Pineleng (40 bed), dan RSUD Noongan (6 bed ruang khusus isolasi).

Maia Estianty Batalkan Perjalanan ke Luar Negeri Setelah Covid-19 Merebak di Wuhan, Imbau Tak Mudik

Wagub Steven menjelaskan, Coronavirus disease 2019 (Covid-19) penularannya jelas harus ada kontak dan paling tidak ada dalam jarak yang kurang 1 meter dari pasien. "Apalagi berpikir bisa menular melalui air buangan dan lain-lain, untuk itu masyarakat tidak perlu cemas dengan rumah singgah," kata dia.

Wagub menyampaikan, mari wujudkan simpati, empati, dan gotong royong antar sesama. "Kita dalam melawan Covid19 ini," ujarnya. 

Rinny Tamuntuan
Rinny Tamuntuan (TRIBUNMANADO/VALDY SUAK)

Dokter Rinny Bantu Panti Asuhan di Kotamobagu

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Sosial memberikan bantuan untuk korban musibah kebakaran di Panti Asuhan The House of Samuel Debora di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Senin (13/4/2020).

Bantuan yang disalurkan melalui tim Dinsos Sulut tersebut diterima langsung pengurus panti. Bantuan diserahkan, Sabtu pekan lalu itu berupa beras, matras dan keperluan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulut, Dokter Rinny Tamuntuan menyampaikan, bantuan ini bentuk kepedulian pemerintah atas bencana kebakaran menimpa keluarga di panti asuhan. Dalam suasana Paskah sekaligus situasi penyebaran Coronavirus disease 2019 (Covid-19), maka pemerintah terus menyalurkan bantuan. Panti asuhan juga merupakan sasaran prioritas penyaluran bantuan.

Ketua Yayasan Panti, Ellen Lontoh dan seluruh pengurus mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan Pemprov Sulut untuk meringankan beban korban kebakaran.

Adapun, kebakaran menghanguskan empat ruangan kamar bagi anak yatim piatu ini terjadi pada Jumat 10 Maret pukul 07.30 Wita.

‘Si jago merah’ menyambar bangunan panti dimana pengurus dan 12 anak panti asuhan Debora sedang khusyuk mengikuti ibadah Jumat Agung.

Saat ibadah berlangsung, tiba-tiba asap muncul dari ruang kantor dan gudang yang letaknya bersebelahan. Pengurus panti langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran yang menerjunkan dua unit mobil damkar hingga berhasil memadamkan kobaran api. (ryo)