Update Virus Corona Indonesia
Jokowi Minta Uji Sampel Lebih Ditingkatkan dan Pelacakan Virus Corona Dilakukan Secara Agresif
"Tingkatkan pengujian sampel yang masif harus dilakukan dengan pelacakan yang agresif serta dengan diikuti isolasi yang ketat," kata Jokowi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar pengujian pasien yang diduga terinfeksi virus corona (Covid-19) terus ditingkatkan.
Presiden juga menekankan agar melakukan pelacakan virus corona di Indonesia harus lebih agresif untuk mengetahui mata rantai penyebaran.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat sidang kabinet paripurna melalui telekonferensi pada Selasa (14/4/2020).
"Tingkatkan pengujian sampel yang masif harus dilakukan dengan pelacakan yang agresif serta dengan diikuti isolasi yang ketat," kata Jokowi.
Kepala Negara juga meminta, pemeriksaan sampel serta pelacakan virus corona menjadi antensi seluruh jajarannya demi meminimalisir penularan virus tersebut.
"Kepada Ketua Gugus Tugas, Menteri Kesehatan, Polri dibantu TNI agar yang pertama yang saya sampaikan benar-benar diberi perhatian. Tingkat pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif dan isolasi yang ketat," jelasnya.
Sebagai informasi, hingga Senin (13/4/2020), sebanyak 4.557 orang terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia.
Sedangkan jumlah pasien meninggal sebanyak 399 dan sembuh 380 orang.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Instruksikan Pengujian Sampel Corona Ditingkatkan Serta Pelacakan Secara Agresif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rapid-test-di-bekasi.jpg)