Update Virus Corona Sulut
Hasil Rapid Tes, 7 Warga Kotamobagu yang Kembali dari Goa Positif Virus Corona
20 dari 52 peserta Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa asal Kotamobagu jalani pemeriksaan rapid test.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Total ada 52 orang di Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) yang akan diperiksa dengan rapid test setelah mengikuti kegiatan di Gowa, Sulawesi Selatan.
Ke-52 orang ini adalah peserta Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa. 20 di antaranya sudah menjalani pemeriksaan.
Hal tersebut sebagaimana yang diungkap Kepala Dinas Kesehatan dr Tanti Korompot Selasa (14/4/2020).
"Mereka menjalani pemeriksaan sejak Minggu (13/4/2020) hingga Senin (14/4/2020). Total sudah sekitar 20-an yang diperiksa," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, 7 warga dinyatakan positif.
Tanti mengatakan ketujuh orang yang positif langasung ditahan usai melakukan rapid tes semalam.
"Jadi mereka tak diizinkan pulang dan langsung diisolasi, sembari menunggu hasil swab," bebernya.
"Rencananya hari ini, kita akan memeriksa sekitar 30-an sisanya, dan sekarang kami sudah akan langsung menjemput dirumah-rumah, sehingga diharapkan koperatif dan wajib menjalani pemeriksaan," kuncinya. (drp)
• Warga Minut Yang Dipulangkan Camat Tomini, Sempat Mengeluh Ibunya Sedang Sakit
• Pembelot Korea Utara Yakin Korban Tewas Virus Corona Bisa Menyamai Bencana Arduous March
• Seorang Janda Kendalikan 600 PSK Lewat Prostitusi Online, Alasannya Bingung Cara Cari Uang
Stigma Terhadap Korban Meninggal Karena Covid-19
Setelah beberapa waktu lalu sejumlah warga menolak jenazah pasien Covid-19, kini penolakan tersebut kembali terjadi.
Kali ini insiden penolakan tersebut terjadi di Pasuruan, Jawa Timur.
Ini akibat stigma masyarakat terhadap jenazah pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Video berdurasi 28 detik itu pun telah tersebar di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh pemilik akun Facebook Suryono Tri, Senin (13/4/2020).
Dalam video, terlihat kerumunan warga yang mendatangani lokasi pemakaman jenazah pasien virus corona. Terdengar mereka berteriak meminta supaya makam itu dibongkar.
"Bongkar! Bongkar! Bongkar," kata seorang warga dalam video berdurasi 28 detik itu.
Sebelumnya, warga setempat sempat menolak pemakaman jenazah pasien corona asal DKI Jakarta di wilayahnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, pasien tersebut diketahui merupakan seorang laki-laki berusia 64 tahun yang sempat dirawat di RSUD Bangil Pasuruan karena positif virus corona, Jumat (10/4/2020).
Setelah dinyatakan meninggal, pasien tersebut dimakamkan di TPU Gadingrejo, dekat dengan tempat tinggal istri sirinya.
Menanggapi kejadian tersebut, Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo membenarkan adanya insiden penolakan pemakaman jenazah pasien virus corona di TPU Gadingrejo.
Ia pun mengaku langsung mendatangi warga untuk memberikan pemahaman jika proses pemakamanan tersebut telah dijalankan sesuai prosedur.
• Rio Febrian Sebut Peran Glenn Fredly Dalam Perjalanan Karirnya Sangat Besar
• Momen Bahagia Ahok Bermain-main dengan Yosafat, Senang Bisa Menyaksikan Pertumbuhan Anak
• PUASA Akan Dianggap Sah Jika Membaca Ini Diwaktu Sahur, Pahalanya Dahsyat Jaminan Surga Menanti
Korban Jiwa Covid-19 di Indonesia Bisa Capai Angka Fatal
Kasus kematian akibat virus corona ( Covid-19) bisa mencapai angka fatal lebih dari 40.000 jiwa jika tidak ditangani serius.
Jumlah tersebut sebagaimana yang diprediksi pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.
Menurut Pandu, angka ini bisa terjadi jika pemerintah hanya melakukan intervensi penanganan kasus dengan tingkat sedang seperti sekarang ini.
"Jika intervensi sedang, prediksi kematian total menjadi 47.984 jiwa," kata Pandu kepada Kompas.com, Senin (13/4/2020).
Hal ini diungkapkan Pandu berdasarkan Covid-19 Modelling Scenarios Indonesia pada 27 Maret 2020. Model tersebut ia susun bersama tiga rekannya yakni Iwan Ariawan, Muhammad N Farid, dan Hafizah Jusril.
Mereka juga telah memberikan model tersebut kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk ditindaklanjuti.
Dalam model tersebut, Pandu membuat prediksi kematian berdasarkan empat skenario intervensi pemerintah.
Skenario pertama, apabila pemerintah tidak melakukan intervensi apa pun dalam penanganan Covid-19, maka jumlah kematian diprediksi mencapai 240.244 jiwa.
Skenario kedua, dengan intervensi ringan yakni dimana pemerintah masih menggunakan kebijakan menjaga jarak sosial secara sukarela dan hanya membatasi kerumunan massal, jumlah kematian bisa mencapai 144.266 jiwa.
Skenario ketiga, intervensi sedang atau kondisi di mana pemerintah sudah melakukan tes massal namun dengan cakupan yang rendah.
Kemudian, termasuk sudah menjalankan kebijakan keharusan jaga jarak sosial dengan menutup sementara sekolah dan bisnis maka jumlah kematian diprediksi mencapai 47.984 jiwa.
Skenario keempat, dengan intervensi pemerintah yang tinggi saat penanganan Covid-19 atau keadaan pemerintah telah melakukan tes massal yang dilakukan secara masif dengan cakupan tinggi.
Kemudian, ini disertai kewajiban bagi masyarakat untuk menjaga jarak sosial maka jumlah kematian diprediksi sebanyak 11.898 jiwa.
Sebelumnya, Pandu juga memprediksi kasus pasien Covid-19 yang terinfeksi berat dan membutuhkan perawatan medis bisa mencapai 1,3 juta jiwa.
Angka ini bisa terjadi jika pemerintah hanya menerapkan intervensi tingkat moderat.
• Jumlah Kasus Positif Virus Corona di Jakarta Terus Bertambah, di Wisma Atlet Jumlahnya Capai 562
• Cara Mendapatkan Cashback 50 Persen dari Pertamina saat Pembelian BBM, Khusus Ojol, Cek di Sini
• Takut Terinfeksi Virus Corona, Ashanty Beli Alat Rapid Test Covid-19, Tak Ragu Beberkan Hasilnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Jiwa Covid-19 di Indonesia Capai Angka Fatal jika Tak Ditangani Serius ". dan https://www.sonora.id/read/422104611/ramai-ramai-datangi-kuburan-warga-desak-makam-korban-covid-19-dibongkar?utm_source=kompas.com&utm_medium=referral&utm_campaign=kompas.com homepage
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rapid-test-virus-corona-6566.jpg)