Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Cegah Corona

Wajib Tahu, Ternyata Jarak Aman Cegah Covid-19 Bukan 1 atau 2 Meter, Tapi 4 Meter, Ini Penjelasannya

Hasil penelitian terbaru, Virus Corona atau Covid-19 ternyata bisa menular setidaknya dalam jarak 13 kali atau 4 meter.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
(Kolase Facebook/Chinanews.com)
Pembeli minuman boba di China diharuskan cek suhu tubuh dan antre dengan jarak 1,5 meter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyebaran virus corona di Indonesia semakin hari kian meningkat.

Dilansir oleh Covid19.go.id, hingga Senin (13/6/2020), total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.557 kasus.

Sementara itu, 399 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 380 pasien dinyatakan sembuh.

Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 dilakukan kebijakan di antaranya dengan melakukan physical distancing.

Hasil penelitian terbaru, Virus Corona atau Covid-19 ternyata bisa menular setidaknya dalam jarak 13 kali atau 4 meter.

Angka tersebut jauh dari jarak sosial yang selama ini direkomendasikan yakni 6 kaki bahkan 3 kaki (atau 1-2 meter).

Hasil laporan penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases.

Penelitian itu menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 lebih jauh dari saran resmi sebelumnya.

Selain itu juga bisa menyebar di sepatu orang.

"Karakteristik distribusi aerosol ... menunjukkan bahwa jarak transmisi [COVID-19] mungkin 4 meter," demikian laporan itu, menerjemahkan jarak 13 kaki ke dalam meter.

"Selain itu, setengah dari sampel dari sol sepatu staf medis ICU diuji positif," tulis para peneliti dari sampel yang diambil di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan.

"Karena itu, sol sepatu staf medis mungkin berfungsi sebagai pembawa."

Pembeli minuman boba di China diharuskan cek suhu tubuh dan antre dengan jarak 1,5 meter.
Pembeli minuman boba di China diharuskan cek suhu tubuh dan antre dengan jarak 1,5 meter. (Kolase Facebook/Chinanews.com)

Laporan tersebut, berdasarkan penelitian oleh tim di Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing.

Hasil itu tampaknya menegaskan kembali kekhawatiran bahwa pedoman jarak sosial sejauh 6 kaki mungkin tidak cukup.

Ini juga menunjukkan orang - terutama staf medis di garis depan - secara tidak sengaja dapat menyebarkan dari sumbernya.

Karena itu merekomendasikan langkah-langkah penyemprotan disinfektan yang ketat.

Sebelumnya Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan jarak 6 kaki untuk jarak sosial.

Sementara WHO hanya 3 kaki sudah cukup, kurang dari seperempat jarak yang menurut studi saat ini bisa menyebar.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang imbauan pemerintah apakah telah cukup jika menetapkan jarak social distancing sejauh 2 meter.

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan keterangan pers di depan sejumlah jurnalis yang duduk berjarak di Berlin, Jerman, 16 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.(AFP/MARKUS SCHREIBER)
Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan keterangan pers di depan sejumlah jurnalis yang duduk berjarak di Berlin, Jerman, 16 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.(AFP/MARKUS SCHREIBER) (Kompas.com)

Dipimpin oleh sebuah tim di Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing, para peneliti juga menemukan bahwa virus juga dapat bertahan di lantai.

Bahkan bisa bertahan di permukaan yang sering disentuh seperti mouse komputer, trashcans, dan kenop pintu.

Setelah separuh sampel dari sol staf medis ICY mengandung virus corona, para peneliti mulai memperingatkan hal tersebut.

"Sol sepatu staf medis mungkin berpotensi sebagai pembawa (Virus, red.)," ujar para peneliti seperti yang diberitakan di situs The New York Times.

Sebelumnya, spesialis penyakit menular Steven Gordon, MD dari Cleveland Clinic menjelaskan, social distancing adalah upaya menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang.

Para penata rambut di China mempunyai cara unik agar tak terjadi kontak fisik secara langsung dengan pelanggan. Mereka menggunakan metode potong rambut jarak jauh
Para penata rambut di China mempunyai cara unik agar tak terjadi kontak fisik secara langsung dengan pelanggan. Mereka menggunakan metode potong rambut jarak jauh (News Flare / China Recorder by Daily Mail)

Jika Anda harus berada di sekitar orang, jaga jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter).

Menurut WHO, ada baiknya untuk mempertahankan jarak setidaknya 1-3 meter ketika berada di tempat umum terlebih jika ada seseorang yang batuk atau bersin.

Dengan melakukan hal tersebut, diyakini dapat mencegah diri dari terjangkit virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

Pasalnya, virus tersebut telah terbukti mudah menular saat gejala masih ringan yakni di masa inkubasi.

Artikel ini sudah tayang di Wartakota dengan judul: Penelitian Terbaru, Jarak Aman Cegah Virus Corona Bukan 1 atau 2 Meter, Tapi 4 Meter, Ini Argumennya

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved