Update Virus Corona Dunia

Vaksin BCG Kini Tengah Diuji Coba Dunia Apakah Melindungi dari Covid-19, Indonesia Sudah Lama Ada

Para ilmuwan masih menyelidiki lebih jauh untuk memahami kemungkinan vaksin BCG efektif.

Pixabay
Ilustrasi - Ilmuwan China isolasikan Vaksin untuk virus Corona. 

“Negara-negara termasuk Jepang dan Korea Selatan yang tampaknya telah berhasil mengendalikan penyakit sejauh ini memiliki kebijakan vaksin BCG universal,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Japantimes.

Analisis korelasi tersebut menggunakan data negara berpenghasilan tinggi karena data mengenai kasus-kasus yang dikonfirmasi dari negara-negara yang berpenghasilan rendah dinilai tidak cukup andal untuk membuat penilaian yang kuat.

Studi Otzu memang belum menjalani tinjauan kuat dari rekan-rekan peneliti yang lain.

Akan tetapi Eleanor Fish, seorang Profesor di Departemen Imunologi University of Toronto mengatakan masuk akal untuk melihat apakah vaksin BCG dapat memberikan perlindungan pada Covid-19.

"Saya akan membaca hasil penelitian dengan sangat hati-hati," kata Fish.

Salah satu yang pertama melakukan uji coba efektivitas vaksin BCG pada virus corona adalah Mihai Netea seorang ahli Penyakit Menular di Radboud University Medical Center di Belanda.

Sebanyak 400 petugas kesehatan di uji coba. 200 menerima vaksin BCG dan 200 menerima plasebo dan akan dilihat hasilnya nanti setelah 2 bulan.

Secara terpisah Tim Netea juga akan mempelajari efektivitas vaksin BCG pada mereka yang berusia lebih dari 60 tahun.

Uji coba lain saat ini tengah dilakukan di Australia, Denmark, Jerman, Inggris, dan AS.

Para ilmuwan masih menyelidiki lebih jauh untuk memahami kemungkinan mengapa vaksin BCG mungkin efektif tak hanya untuk TBC tapi juga mikroba lain.

Netea memperkirakan vaksin BCG membuat sistem kekebalan menjadi lebih peka, sehingga setiap ada serangan patogen ia akan merespons mirip strategi serangan terhadap TBC.

Sehingga ada kemungkinan seseorang yang mendapatkan vaksin ini, sistem kekebalan tubuhnya lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menerima vaksin.

"Ini seperti vaksin BCG yang membuat bookmark untuk digunakan sistem kekebalan di kemudian hari," kata Netea.

Netea mengingatkan seandainya vaksin BCG ini terbukti efektif, hal ini bukanlah alasan bagi seseorang untuk menimbun seperti yang banyak dilakukan orang-orang terhadap tisu toilet maupun barang-barang lain.

“Ada kemungkinan kecil bahwa vaksin BCG dapat meningkatkan risiko virus corona tetapi para ilmuwan tidak akan tahu sampai uji klinis,” ujarnya.

Bagaimanapun ia mengingatkan bahwa vaksin BCG seharusnya tidak menjadi satu-satunya alat untuk melawan Covid-19.

"Tidak ada negara di dunia yang berhasil mengendalikan penyakit hanya karena populasi dilindungi oleh BCG," kata Otazu.

Selain itu, menurut Otazu, vaksin BCG tidak sepenuhnya bisa membantu semua orang.

“Ini tidak dianjurkan untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau wanita hamil. Kita harus tahu lebih banyak tentang betapa bermanfaatnya bagi kita semua hanya dalam beberapa bulan,” kata dia.

(Kompas.com)

BERITA TERPOPULER :

 TERUNGKAP dalam Persidangan, Penusuk Wiranto Ternyata Berencana Rampok Toko Emas dan Serang TKA

 50 Gambar Poster Edukasi Pencegahan Virus Corona/Covid-19, Mudah Dipahami Anak-anak

 Mobil Pribadi dan Motor Bila Melanggar PSBB Jakarta, Anies Baswedan Bilang Didenda Rp 100 Juta

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Vaksin BCG Tengah Diuji Coba Apakah Mampu untuk Melindungi Masyarakat Terhadap Virus Corona

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved