Breaking News:

Jumat Agung

Ibadah Jumat Agung-Perjamuan Kudus di Rumah, Pdt Arina: Ini Pertama Kalinya dalam Sejarah Gereja

Sejarah tercipta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja, jemaat atau umat tidak beribadah dalam sebuah komuni di gereja.

fernanado lumowa/trirbun manado
Ilustrasi roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus. Untuk pertama kalinya, jemaat melaksanakan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di rumah masing-masing, Jumat (10/04/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejarah tercipta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja, jemaat atau umat tidak beribadah dalam sebuah komuni di gereja.

Jumat (10/04/2020), seluruh umat Kristen di dunia melaksanakan ibadah Jumat Agung--sebuah penghayatan akan kisah pengorbanan Yesus--di rumah masing-masing.

Termasuk di dalamnya, ratusan ribu warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang oleh anjuran social distancing demi memutus penularan Coronavirus Desease (Covid-19) harus beribadah di rumah.

Sedikitnya seribu jemaat GMIM di Indonesia dan beberapa kota di dunia melaksanakan ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus serentak mulai pukul 09.00 waktu setempat.

"Setelah ribuan tahun, berabad-abad dalam sejarah keberadaan gereja, kita merayakan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di rumah," demikian kata Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina MTh dalam ibadah Jumat Agung yang menuntun jemaat secara daring, Jumat pagi.

Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 27:45-53 dengan judul Yesus Mati.  Arina dalam khotbahnya mengutarakan, momen ini mengajak jemaat berefleksi. Bahwa kehadiran Allah tidak memandang tempat. Di mana saja, kapan saja, kita bisa beribadah.

Kisah pengorbanan Yesus di Bukit Golgota merupakan teladan akan kasih tanpa syarat. Yesus mengajarkan kita untuk meneladani pengorbanan dan pengampunan yang tulus.

"Masa ini membuat kita berefleksi. Sebagai sebuah solidaritas bersama umat manusia di seluruh dunia," katanya.

Kemudian, jikalau jemaat boleh melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah. Bukan berarti mengurangi pemaknaan akan pengorbanan Yesus.

"Jika kita Perjamuan Kudus di rumah, itu tidak mengurangi maknanya. Tidak  akan memiskinkan persahabatan, persaudaraan dan kekeluargaan kita," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved