Update Virus Corona Dunia

Kematian Akibat Virus Corona di AS Menjadi yang Tertinggi Kedua di Dunia, Tembus 14.600 Jiwa

Cuomo mengatakan, jumlah kematian akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

JUNG Yeon-Je/AFP via Kompas.com
(Ilustrasi) Pasukan medis Korea Selatan saat terlibat dalam Foal Eagle. Foal Eagle adalah latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, dan biasanya dilaksanakan pada Maret tiap tahun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Rabu (8/4/2020) angka kematian akibat virus corona baru di Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melampaui 14.600 orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa AS sekarang tertinggi kedua di dunia setelah Italia dan menyalip Spanyol.

Setidaknya, virus corona sudah merenggut nyawa 14.695 jiwa di AS yang memimpin dalam jumlah infeksi dikonfirmasi di dunia dengan 429.052 kasus, mengacu perhitungan Universitas Johns Hopkins.

New York, negara bagian yang paling terpukul di negeri uak Sam, pada Rabu (8/4/2020) melaporkan jumlah kematian tertinggi dalam satu hari, dengan dokter dan perawat menyatakan syok dengan kecepatan itu.

Jumlah kasus virus corona di New York mendekati 150.000 pada Rabu (8/4/2020), bahkan ketika pihak berwenang memperingatkan penghitungan kematian resmi negara bagian itu mungkin lebih rendah angka sebenarnya.

Mengutip Channelnewsasia.com, Gubernur New York Andrew Cuomo, yang memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh New York sebagai tanda berkabung atas korban yang meninggal, mengatakan, 779 orang meregang nyawa pada Rabu.

Sedang Gubernur New Jersey Phil Murphy menyebutkan, sebanyak 275 orang meninggal di negara bagiannya.

Angka kematian di New York dan New Jersey itu melebihi catatan satu hari pada hari sebelumnya.

Meski begitu, Cuomo bilang, tren secara keseluruhan masih positif.

Menurutnya, penurunan pasien baru rawat inap dan poin data lainnya adalah bukti New York punya "kurva menurun" dan mengontrol tingkat infeksi.

Tapi, Cuomo mengatakan, jumlah kematian akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Sebab, banyak pasien dalam kondisi kritis yang telah menjalani perawatan lebih dari seminggu dan menggunakan mesin ventilator.

Para pejabat AS telah memperingatkan, negeri uak Sam akan memiliki jumlah kematian akibat virus corona yang mengkhawatirkan pada pekan ini.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Tembus 14.600 orang, kematian akibat corona di AS tertinggi kedua di dunia.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved