Ini Kehidupan WNI di Spanyol saat Pandemi Corona

Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Hermono menceritakan bagaimana kondisi 1.468 Warga Negara Indonesia yang berada di Negeri Matador

AFP
Petugas memakamkan korban meninggal akibat Corona di Kota Madrid, Spanyol, Minggu (29/3/2020) waktu setempat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Hermono menceritakan bagaimana kondisi 1.468 Warga Negara Indonesia yang berada di Negeri Matador. WNI di Spanyol mayoritas bekerja dan menikah dengan warga di sana.

Digeser Akhir Tahun: Ini Kalender Libur dan Cuti Bersama 2020

Hermono kepada mereka selalu mengimbau untuk mematuhi ketentuan pemerintah setempat dalam situasi lockdown. "Khususnya tidak keluar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak," kata Hermono kepada Tribun.

Sejauh ini ada 11 WNI yang positif corona. 2 dinyatakan sembuh, sementara 1 berada di rumah sakit. "Yang lain isolasi mandiri dan dimonitor olah rumah sakit. KBRI juga rutin memonitor kondisi mereka sekaligus menanyakan jika perlu bantuan," tutur Hermono.

KBRI juga memberikan bantuan logistik kepada WNI yang sakit dan kepada mahasiswa yang memerlukan bantuan. Sementara itu, terdapat WNI yang bekerja di kapal pesiar dan kapal ikan.

"Saat ini masih berada di wilayah Spanyol. Jumlah yang tercatat sekitar 700 orang," kata Hermono. Dari angka tersebut sudah 278 WNI yang sudah direpatriasi. "Yang sekitar 700 orang masih dalam proses karena kondisi penerbangan juga sangat sulit," sambungnya.

SBY Mengkritik, Luhut Curhat

Kondisi di Spanyol saat ini, menurut Hermono, seluruh hotel sudah tutup. Dan mereka tidak diperkenankan untuk turun ke darat. "Jadi semua nunggu di atas kapal," imbuh Hermono.

Hermono memastikan kondisi mereka baik dan tidak ada yang terinveksi corona atau Covid-19. Dari sisi logistik juga tak ada masalah. KBRI akan memfasilitasi untuk memperlancar proses repatriasi sambil memonitor kondisi mereka di kapal.

"KBRI terkendala untuk mengunjungi mereka karena posisi kapal ada di Las Palmas, sekitar 3,5 jam penerbangan dari Madrid dan sudah tidak ada penerbangan komersial," kata Hermono.

Menurut Hermono mekanisme pemulangan WNI di kapal tersebut akan berbeda dengan proses pemulangan WNI di Kapal Diamond Princess. Sebab seluruh awak buah kapal tak ada yang terinfeksi virus corona.

"Di seluruh proses repatriasi (charter pesawat dan pembiayaannya) diurus oleh prinsipal (perusahaan) kapal pesiar. Kami hanya memperlancar prosesnya saja, seperti percepatan flight clearance dan koordinasi saat kedatangan di bandara Indonesia," ujar Hermono.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved