Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tradisi Katolik

Sejarah Minggu Palma, Mengapa Jadi Tradisi Penting Bagi Gereja Katolik?

Minggu Palma adalah satu di antara hari penting bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
Tribun Manado
Umat Katolik Rayakan Minggu Palma, Pengenangan Penderitaan Harus Dilakukan Dalam Kesungguhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa hari yang lalu umat Katolik seluruh dunia memperingati Minggu Palma.

Minggu Palma adalah satu di antara hari penting bagi umat Katolik.

Dikutip dari Tribunjambi.com, Rabu (08/04/2020), Minggu Palma diperingati satu minggu sebelum Paskah, kebangkitan Yesus.

Dalam tradisi Gereja Katolik, ini sekaligus menjadi penanda waktu dimulainya Pekan Suci.

Setelah Minggu Palma, dilanjutkan dengan Tri Hari Suci yang merupakan tiga hari penting dalam tradisi Katolik,

yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.

Apa yang sebenarnya terjadi pada saat Minggu Palma?

Pada saat Minggu Palma, umat Katolik mengacung-acungkan daun palma saat misa di gereja.

Minggu Palma dalam liturgi gereja Kristen selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah.

Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11,

Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19.

Dalam perayaan ini dikenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum disalibkan.

Masuknya Yesus Kristus ke kota suci Yerusalem merupakan hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum

Yesus wafat dan bangkit dari kematian.

Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus

di kota Yerusalem.

Mengapa daun palma?

Dalam liturgi Minggu Palem ( Minggu Palma ), umat dibagikan daun palem dan ruang gereja dipenuhi ornamen palem.

Daun palma merupakan simbol dari kemenangan.

25032018_minggu palma
25032018_minggu palma (TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT)

Daun palma membawa arti ke arah simbol Kristen, digunakan untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian.

Martir sering digambarkan dengan daun palem di antara tempat atau tambahan untuk instrumen suci.

Yesus Kristus kerap kali menunjukkan hubungan daun palma sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian.

Lebih jelas lagi, hal itu diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, ( Yohanes 12:12-13).[2]

Daun palem memiliki warna hijau, warna dari tumbuh-tumbuhan dan musim semi.

Oleh karena itu simbol kemenangan dari musim semi atas musim salju atau kehidupan atas kematian,

menjadi sebuah campuran dari kuning dan biru itu juga melambangkan amal dan registrasi dari pekerjaan

jiwa yang baik.

Saat Minggu Palma, umat melambai-lambaikan daun palem sambil bernyanyi.

Hal ini menyatakan keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem.

Ini menyatakan tujuan yang akan dicapai pada masa yang akan datang: kota Allah, di mana ada kedamaian.

Juga merupakan minggu sengsara

Pada Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus.

Pastor Pujo Wiyanto, SCJ, saat misa Minggu Palma di Gereja Santa Teresia Jambi, Minggu (15/4/2019).
Pastor Pujo Wiyanto, SCJ, saat misa Minggu Palma di Gereja Santa Teresia Jambi, Minggu (15/4/2019). (Tribun Jambi/Duanto)

Oleh karena itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara.

Dalam tradisi peribadahan gereja, setelah umat melakukan prosesi daun palem (melambai-lambaikan daun palem), umat akan mendengarkan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus yang diambil dari Injil.

Kisah-kisah ini akan dibacakan ulang dalam liturgi Jumat Agung tetapi pemaknaannya berbeda.

Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa wafat-Nya di kayu salib.

Tahun ini ditiadakan

Misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Gereja telah mengimbau umat tidak mengikuti misa di gereje, tapi misa dengan live streaming.

Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi corona.

Umat Katolik dapat mengikuti misa yang disiarkan live streaming dari masing-masing keuskupan di Indonesia.

Bagi umat Katoloik, selamat menjalani Pekan Suci menjelang Hari Raya Paskah.

Selamat mengikuti misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.

( Tribunjambi.com )

BERITA TERPOPULER :

 30 Gambar Poster Covid-19 atau Virus Corona yang Cocok Dibagikan untuk Bahan Edukasi di Medsos

 Uang Arisan Musdalifah Bernilai Fantastis, Nia Ramadhani Terperanga: Terlalu Berat Buat Aku

 BREAKING NEWS! Lima Kepala Daerah di Bolmong Raya Sepakat Tutup Perlintasan 9-21 April 2020

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Apa yang Sebenarnya Terjadi saat Minggu Palma? Mengapa Jadi Tradisi Penting Bagi Gereja Katolik

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved