Harga Emas Nyaris Rp 1 Juta

Harga emas terus berfluktuasi. Selasa (7/4) kemarin harga emas di PT Aneka Tambang Tbk hampir menembus Rp 1 juta.

Sriwijaya post
Emas Batangan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Harga emas terus berfluktuasi. Selasa (7/4) kemarin harga emas di PT Aneka Tambang Tbk hampir menembus Rp 1 juta. Sudah beberapa kali harga emas hampir mendekati angka Rp 1 juta. Namun, harga kemarin merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sembako Rp 600 Ribu Diantar Tiap Minggu: Warga di Luar Jabodetabek Dapat Rp 600 Ribu

Berdasarkan data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram mencapai Rp 963.000 atau naik Rp 32 ribu dari hari sebelumnya di harga Rp 931.000. Hal yang sama juga terjadi pada harga emas buyback (pembelian kembali) yang naik Rp 30 ribu dari Rp 832.000 menjadi Rp 862.000. Harga buyback berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Kenaikan harga juga terjadi pada ukuran 10 gram yang naik dari Rp 8.885.000 menjadi Rp 9.205.000 dan dan 100 gram yang naik dari Rp 88.200.000 menjadi Rp 91.400.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

THR ASN Jabatan Eselon Tunggu Putusan Jokowi

Kenaikan harga emas di Antam itu dipicu oleh lonjakan harga dunia. Seperti dikutip dari CNBC.com, harga emas melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga minggu pada hari Senin, 6 April 2020. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi langkah-langkah stimulus global untuk melawan dampak ekonomi yang disebabkan penyebaran pandemi virus corona Covid-19.

Harga emas spot naik tiga persen ke level 1.665,93 dolar AS per unce, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Maret di posisi 1.650,18 dolar AS di awal sesi. Emas berjangka AS naik 3,9 persen ke posisi 1.711 dolar AS per ounce.

"Permintaan fisik terus mendominasi dan mendukung harga emas. Sejumah besar stimulus secara efektif menepiskan mata uang sehingga permintaan emas datang dari segala arah," kata Phil Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago, AS.

Sementara Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, harga emas terbawa sentimen positif yang membuat indeks saham di AS, Eropa, dan Asia menguat. Sentimen itu datang dari mulai melambatnya pertambahan jumlah kasus positif virus corona di AS dan beberapa negara Eropa.

Berdasarkan data penyebaran virus corona di dunia, kasus positif di Amerika Serikat kini mencapai 367 ribu, Spanyol 136 ribu, Italia 132 ribu, Jerman 103 ribu, Perancis 98 ribu, dan Inggris 52 ribu. Keduanya wilayah itu merupakan lokasi dengan kasus virus corona terbanyak di dunia saat ini.

Selain itu, sentimen juga datang dari pemberian stimulus ekonomi jilid kedua dari pemerintah AS dengan nilai mencapai US$1,5 triliun. Sebelumnya, anggaran stimulus pertama mencapai US$2 triliun. Pemberian stimulus ini untuk meredam dampak ekonomi dari penyebaran pandemi virus corona di Negeri Paman Sam. "Isu ini menambah sentimen positif ke pasar keuangan," ujarnya.

Cerita Once: Batal Konser, Rajin Live Streaming

Selain di AS, pemerintah dan bank sentral seluruh dunia juga telah mengeluarkan stimulus fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengatasi dampak virus corona terhadap perekonomian. (tribun network/rey/dod)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved