Sulut Maju

Perang Lawan Covid 19, Wagub Serukan Harus Tingkatkan Simpati dan Empati

ryo noor/tribun manado
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid 19 belum mereda,  jumlah kasus positif masih terus bertambah.  Di Sulut sudah ada 5 kasus,  bertambah dua pasien positif terjangkit Virus Corona.

Dampak Covid 19 juga menyasar warga masyarakat secara ekonomi dan sosial.  

Wakil Gubernur Sulut,  Steven Kandouw situsasi saat ini,  semua pihak harus saling bahu membahu membantu sesama.

"Simpati dan empati terhadap sesama yang secara langsung merasakan dampak Covid 19 harus ditingkatkan," kata dia.

Selain itu,  Wagub kembali menyerukan tetap menjalankan arahan pemerintah terkait physical distancing

"Physical distancing jadi keharusan, hindari keramaian," kata dia. 

Langkah ini baik untuk diri sendiri maupun orang lain agar terhindar dari Covid 19.

Adapun bentuk simpati dan empati sudah ditunjukkan jajaran Pemprov Sulut,  sesuai arahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. 

Para pejabat Pemprov menyisihkan sebagian pendapatan pribadi. Mereka  menyediakan bantuan sembako bagi para warga sekitar terdampak ekonimi akibat Covid 19.

Sekprov Sulut,  Edwin Silangen memberi contoh bagi jajarannya untuk tergerak membantu masyarakat. 

Ia menyiapkan paket bantuan kebutuhan seperti berss,  gula,  makanan ringan, ikan kaleng pasta gigi sabun dan minyak goreng dan disalurkan bagi buruh/pekerja harian di lingkungan tempat tinggalnya.

Terpantau melalui medsos Steven Liow Kaban Kesbang membagi berkat sembako di sekitar rumahnya di Taas
Jendry Sualang Kadis Kebudayaan yang tinggal di daerah Malalayang terpantau membagikan 5 kilogram beras kepada 50 kepala keluarga  di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. 

Di Paal 2 dan Tikala,  Kadis Perikanan dan Kelautan, Tienneke Adam juga membagikan bantuan beras untuk warga, berupa beras premium 5 kilogram. 

Roy Tumiwa Kadis Kehutanan membagikan bantuan beras khusus kepada warga yang kena dampak ekonomi seperti supir mikrolet, tukang ojek,  buruh bangunan dan pembantu rumah tangga di sekitar rumah tinggalnya. 

Jemmy Kumendong, Kepala Biro Pemerintahan pun tak ketinggalan menyalurkan bantuan beras yang sudah dibagi merata dalam paket per paket. 

Bantuan disalurkan di sekitar rumah kediamannya di Malalayang 2, di Desa Tolok dan di Kakas, Minahasa. 

Meiky Onibala Kepala Inspektorat menyalurkan bantuan di Desa Tolok, Tompaso, Minahasa. 

Femmy Suluh Kepala BKD menyalurkan bantuan 10 kilogram beras kepada 50kepala keluarga di Kelurahan  Sario, Kota b di sekitar Kelurahan Winangun.

Masih banyak lagi pejabat Pemprov Sulut yang menyalurkan bantuan kepada berbagai lapisan masyarakat namun tidak mengekspos aktivitasnya melalui medsos.

Sekprov Sulut ketika diminta tanggapan soal aksi kemanusiaan jajaran Pemprov Sulut menyampaikan, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat maka para pejabat juga harus menunjukkan rasa empati kepada warga yang terkena dampak ekonomi sebagai akibat merebaknya Covid 19 ini.

"Oleh karena itu tidak ada salahnya jika menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk membantu masyarakat," ujar Sekprov. (ryo) 

Berikut Cara Agar Anda Tak Terinfeksi Virus Corona, Termasuk Jaga jarak