Update Virus Corona Indonesia

KABAR BAIK Pakar UI Sebut Puncak Virus Corona Indonesia Bergeser: Beri Kesempatan Kita untuk Bersiap

Lantaran menilai pemerintah sudah melakukan persiapan-persiapan, Iwan menduga puncak Covid-19 akan bergeser.

corona.jakarta.go.id
Ilustrasi (Corona di DKI Jakarta, 31 Maret: Kasus Positif 741, Meninggal 84, Sembuh 49) 

"Berarti angka kematian di atas sembilan persen, bagaimana nih agar bisa landai berkurang."

"Bagaimana caranya ya menghindari orang tidak ada di jalanan, menghindari interkasi antar manusia yang lebih banyak gitu loh," kata Ari.

Lalu, ia meminta agar status Darurat Kesehatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilakukan lebih tegas.

"Saya rasa tiga Kepres dan Pepres yang dikeluarkan pemerintah itu semestinya ditindaklanjuti mengenai darurat kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Lalu, ia membenarkan bahwa kepala daerah memang tak bisa menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tanpa izin Pemerintah Pusat.

"Ya memang prosedurnya Gubernur bersurat kepada Kementerian Kesehatan, silakan Gubernur ini memutuskan," lanjutnya.

Lalu, ia menyorot soal kematian di DKI Jakarta yang meningkat drastis yang sempat diungkap Gubernur DKI Anies Baswedan.

Anies Baswedan pernah menyebut ada 283 orang meninggal dimakamkan dengan protokol seperti jenazah Virus Corona.

"Pak Gubernur DKI kan juga menyampaikan bahwa kalau dilihat dari jumlah kematian pada bulan Maret ini terjadi peningkatan lebih dari 50 persen."

"Artinya apa sebenarnya kasus-kasus meninggal yang meninggal dalam tanda petik apakah ini berhubungan dengan Covid atau tidak," ujar Ari.

Dengan data kematian tersebut, Ari menilai seharusnya masyarakat makin sadar untuk menerapkan physical distancing.

Akan tetapi malah masih banyak yang mudik dari Jakarta ke daerah-daerah lain.

"Jadi ini memang yang disadari cukup meningkat khususnya masyarakat Jakarta ini, yang sebentar lagi mau mudik ini, atau bahkan ada yang mau mudik," kata dia.

Lantas, Ari meminta agar pemerintah lebih tegas untuk mengimbau warganya tak mudik.

"Ya saya rasa pemerintah musti tegas, pemerintah daerah okelah sudah menyampaikan bahwa menganjurkan warganya tidak mudik," tegasnya.

Seperti yang diungkapkan oleh para kepala Pemerintah Daerah.

"Saya beberapa waktu yang lalu juga melakukan talk show dengan Wali Kota Padang jelas bahkan Gubernur Sumatera Barat, kalau ngomongin mudik paling rame."

"Sebetulnyakan sudah meminta orang Minang enggak usah mudik, declare pertama-tama Sumatera Barat, kemudian Wali Kota Padang, terus Bandung," jelasnya.

Ia meminta agar semua kepala daerah satu suara terkait masalah mudik ini.

"Jadi musti kompak semua bahwa memang dengan situasi extraordinary ini yaudahlah enggak usah mudik," sambungnya.

Ditanya bagaimana bahayanya mudik saat Corona, ia lantas mencontohkan kasus-kasus yang terjadi di Singapura dan Malaysia.

Di Singapura dan Malaysia sempat ada bus yang mengangkut orang dari China.

Kemudian, tour guide dan driver busnya itu tertular.

"Kenapa saya mau bicara kapan sih mulai tertular, ya kita musti lihat case-case Singapura, Malaysia, mereka detail sekali."

"Pertama tour guide dalam satu bis ketika itu memang orang-orang China dari Wuhan ada di situ, itu tour guide-nya kena bahkan driver-nya kena," cerita Ari.

Tak berhenti di sana, driver bus itu lalu menyambung menularkan Virus Corona pada majikannya.

"Bahkan kita juga dengar driver juga menularkan kepada majikannya, bosnya," kata dia.

Sehingga potensi tertular Virus Corona di dalam angkutan umum khususnya, besar kemungkinannya.

"Jadi di dalam kendaraan kemungkinan terkena itu besar sekali," kata dia.

Lihat videonya mulai menit ke 00:50:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

https://wow.tribunnews.com/2020/04/06/pakar-ui-prediksi-puncak-virus-corona-di-indonesia-bergeser-kasusnya-akan-berkurang-di-akhir-mei?page=all

Editor: Indry Panigoro
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved