Breaking News:

Informasi Otomotif

Jangan Sembarangan, Menyetir Mobil Sport Berbeda dengan Mobil Biasa, Ini Alasannya

Menurut Marcell, hal tersebut secara bersamaan juga bisa meningkatkan fictitious force (rasa badan tertarik ke belakang).

Sumber : - | Author : Automobilemag
Toyota FT-1 

Menurut Marcell, hal tersebut secara bersamaan juga bisa meningkatkan fictitious force (rasa badan tertarik ke belakang).

“Pengemudi yang tidak terlaltih merasakan force ini bisa kehilangan konsentrasi sesaat, dan ini bisa berbahaya, karena pengemudi bisa kehilangan kendali di saat kecepatan tinggi,” ujarnya.

Perlu diingat, semakin tinggi kecepatan saat mengemudi, maka akan semakin jauh jarak berhenti atau pengeremannya.

“Tidak hanya itu, pengemudi yang memacu kendaraannya pada kecepatan tinggi maka dampak yang dihasilkan saat tabrakn juga akan semakin parah,” kata Marcell.

Kemenag Terbitkan Panduan Beribadah di Bulan Ramadhan, Salah Satu Melarang Takbiran Keliling

Pentingnya Mengenal Aspek Non-teknis Nissan GT-R

Pengemudi Nissan GT-R R35 bernomor polisi B 9 PAF, mengalami insiden mengenaskan saat melintas Tol Jagorawi arah Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Mobil yang masuk dalam jajaran sport car bertenaga buas itu, diketahui sedang dikendarai oleh Wakil Jaksa Agung Arminsyah, hancur dan terbakar usai menghantam pembatas median jalan, tepatnya di Km 13+000.

Selain sebagai Wakil Jaksa Agung, Arminsyah juga merupakan sosok yang tak asing di dunia otomotif, terutama di kalangan offroader lantaran dirinya merupakan salah satu Dewan Pembina Indonesia Offroad Federation ( IOF).

Dengan latar belakang tersebut, bisa dibilang urusan pengalaman berkendara sudah tak perlu dipertanyakan lagi.

Sampai saat ini pun polisi masih mendalami latar belakang penyebab kecelakaan dengan menggelar olah TKP.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved