Jenderal AS Tak Percaya Korut Bebas Covid-19

Selama ini Korea Utara (Korut) mengklaim sebagai negara yang tidak terjangkit Coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Istimewa
Presiden AS Donald Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SEOUL - Selama ini Korea Utara (Korut) mengklaim sebagai negara yang tidak terjangkit Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Namun, Komandan Pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea, Jenderal Robert Abrams, menyatakan tidak percaya terhadap klaim tersebut.

“Tidak mungkin Korea Utara tidak memiliki kasus virus Corona. Itu adalah klaim yang mustahil berdasarkan semua informasi intelijen yang telah kami lihat," ujar Jenderal Abrams, dalam wawancara dengan CNN dan Voice of America, Jumat (3/4/2020).

Tukang Ojek Antre Beras ODSK: Memasok Bantuan ke Tatelu

Namun ia tidak bersedia mengungkapkan berapa banyak warga Korea Utara yang terinfeksi virus mematikan itu. "Berapa banyak? Saya tidak bisa memberi tahu Anda, tetapisaya tahu tindakan mereka selama sekitar 30 hari di Februari hingga awal Maret, militer mereka dikarantina,” katanya.

Korea Utara belum melaporkan adanya infeksi virus Corona, padahal berbatasan dengan dua negara yang paling parah terkena dampak di wilayah tersebut, yaitu Cina dan Korea Selatan.
Secara global Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang. Menurut Universitas Johns Hopkins, negara-negara yang terkena dampak terburuk adalah AmerikaSerikat, Italia dan Spanyol, yang semuanya memilikil ebih dari 100 ribu kasus.

Jumlah kematian Italia mendekati 14 ribu orang, sedangkan di Spanyol 10.348 orang. Lebih dari 1.000 orang telah tewas di Jerman. Kenaikan 145 kematian hanya dalam 24 jam telah mendorong jumlah kematian mencapai lebih dari 1.000 di Jerman.

Sedang di Wuhan, Provinsi Hubei, lokasi pertama munculnya Covid-19, pejabat kota itu mengatakan kepada penduduk untuk tidak keluar kecuali jika diperlukan. Keberhasilan nyata Cina dalam mengendalikan epidemivirus Corona telah memberiharapan kepada seluruh dunia di tengah pandemi yang semakin meningkat.
Namun Ketua PartaiKomunis di Wuhan, memperingatkan penduduk untuk hanya keluar rumah jika sangat perlu. Peringatan itu menunjukkan Wuhan belum sepenuhnya terbebas dari Covid-19 sehingga tetap menerapkan langkah-langkah ketat.

NU dan Muhammadiyah: Boleh Tidak Salat Jumat 3 Kali karena Pandemi Virus Corona

Kementerian Luar Negeri Cina menyarankan para diplomat asing agar berhenti datang ke Beijing, setelah negara itu sementara waktu melarang sebagian besar orang asing masuk untuk mencegah kemunculan kembali epidemi virus Corona.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying mengatakan, pihaknya menyadari munculnya kasus infeksi Corona yang terkonfirmasi di antara para diplomat asing di Cina. Cina memiliki lebih dari 81 ribu kasus Corona dan melaporkan 3.305 kematian, sebagian besar kasus terjadi di Wuhan.

Semakin merebaknya Covid-19 di AS membuat pakar penyakit menular terkemuk adi negara itu, Dr Anthony Fauci mengatakan, sudah saatnya menerapkan kebijakan tinggal di rumah secara nasional."Aku tidak mengerti mengapa itu tidak terjadi," katanya.

Unsrat Produksi Masker Anti-Covid-19

Presiden Donald Trump sebelumnya menyampaikan kebijakan tinggal di rumah bersifat fleksibel di mamsing-masing negara bagian.Presiden Donald Trump justru menerapkan peraturan penggunaan masker. (cnn/feb)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved