BUMN

Menteri Erick Thohir Ungkap Sederet BUMN yang Anjlok karena Covid-19, Puluhan Perusahaan Dipangkas

Pertama, kata Erick, yang pasti mengalami masalah karena wabah corona, yakni bank-bank BUMN.

Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Adanya wabah Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, berdampak juga pada perekonomian tanah air.

Salah satunya, perusahaan-perusahaan milik negara atau BUMN merasakan dampak Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

Pada satu kesempatan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sejumlah perusahaan pelat merah yang terkena dampak Covid-19.

Pertama, kata Erick, yang pasti mengalami masalah karena wabah corona, yakni bank-bank BUMN.

“Kementerian BUMN mengantisipasi akan ada peningkatan NPL (Non Performing Loan) pada Himbara, karena policy pemerintah yang bunga UKM dan lain-lain ditunda,

industri terdampak, pasti ada peningkatan NPL di Himbara,” ujar Erick dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/4/2020).

Tak hanya perbankan, lanjut Erick, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) juga keuangannya terganggu karena corona.

Sebab, dengan adanya wabah virus ini nilai tukar rupiah ikut melemah.

Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan Stasiun Gambir dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, Kamis (12/3/2020).
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan Stasiun Gambir dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, Kamis (12/3/2020). (Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)

“Kita tahu baik PLN punya bond besarnya Rp 350 triliun, dimana itu sebagian besar dollar.

"Pertamina sendiri dalam impor minyak (menggunakan) dollar, tapi jual dalam rupiah,” kata Erick.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved