Breaking News:

Update Virus Corona Indonesia

Kisah Rian dan Tiwi Tetap Menikah Meski Ada Wabah Covid 19, Saat Akad Nikah Pakai APD

Beginilah yang terjadi ketika sepasang kekasih memaksakan diri untuk menikah saat ada wabah virus corona.

istimewa via Tribunnews.com
Prosesi pernikahan Rian dan Tiwi di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut menggunakan jas hujan dan masker untukmenghindari tertularnya Covid-19 

Pelaksanaan pernikahan tersebut juga tidak berjalan mulus.

Latif mengatakan, prosesi pernikahan sempat ditolak masyarakat yang ada di dusun tersebut.

"Masyarakat menolak pelaksanaan prosesi itu."

"Oleh sebab itu prosesi pernikahan kami pindahkan di depan balai desa," tutur dia.

Menurut dia, kondisi satu dusun di desanya tersebut masih dalam keadaan lockdown hingga 9 April 2020.

Pihaknya akan membuka kembali dusun itu jika kondisi telah normal.

"Sekarang tugas kami bagaimana menguatkan masyarakat agar tidak ketakutan."

"Ada satu hal lagi, yakni menghilangkan stigma masyarakat Gunungwuled sebagai pemapar virus corona," kata dia.

Adanya stigma tersebut, membuat warganya pun dikucilkan.

Bahkan ada warganya yang tidak bisa diterima.

"Ekstremnya warga akan membeli sesuai di toko di tetangga desa, ditolak," imbuhnya.

Dia berusaha agar masyarakat di desanya tidak dikucilkan.

Dia ingin warganya bisa kembali bersosialisasi dengan masyarakat lain.

"Kami masih berpikir bagaimana caranya masyarakat di desa kami bisa bersosialisasi tanpa dikucilkan," tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Rembang, AKP Sunarto membenarkan adanya prosesi pernikahan di desa Gunungwuled.

Namun dalam pelaksanaannya tidak diizinkan adanya resepsi.

"Kalau akad nikah boleh. Kalau resepsi kami tidak memperbolehkan," tutur dia.

Menurut dia, prosesi pernikahanan hanya boleh dihadiri penghulu, saksi, dan kedua mempelai.

Pihaknya melarang adanya kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

"Ada beberapa tempat yang mau melaksanakan hajatan. Tapi sudah kami imbau sebelum pelaksanaan," tuturnya.

AKP Sunarto mengatakan, hingga saat ini baru satu desa yakni Desa Gunungwuled yang melaksanakan hajatan.

Ada beberapa desa yang akan melaksanakan hajatan, namun semuanya membatalkan acara setelah diberi imbauan, baik secara lisan maupun tertulis.

"Setelah didatangi dan disurati serta diberikan maklumat akhirnya pada mundur semua."

"Bahkan masyarakat setempat juga akan membubarkan sendiri bila ada yang nekat menggelar hajatan," tutur dia. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan

Artikel ini telah tayang di Tribunews.com dengan judul Cerita Sepasang Pengantin Lakukan Akad Nikah Kenakan APD, Tak Satu pun Tetangga yang Hadir

https://m.tribunnews.com/regional/2020/04/03/ceritas-sepasang-pengantin-lakukan-akad-nikah-kenakan-apd-tak-satu-pun-tetangga-yang-hadir?page=all

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved