News

Erick Thohir Paparkan Dua Skenario, Menteri BUMN: Terburuk Nilai Tukar Rupiah Bisa Rp 20.000

Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun

Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua skenario yang disebutkan Erick Thohir untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia sangat terdampak dengan mewabahnya virus corona.

Berdasarkan data yang dia dapat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun.

Bantu Kekurangan APD, Unsrat Produksi Masker Dibuat dengan Menggunakan Printer 3D

Mulanya, target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diproyeksikan sebesar 5,3 persen.

Namun, setelah ada wabah corona, pertumbuhan ekonomi dalam negeri dibagi menjadi dua skenario.

Skenario pertama, yakni dengan kategori berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa turun sampai 2,3 persen.

Lalu, skenario kedua, yaitu sangat berat, pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa menjadi minus.

“Menurut data Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan APBN 2020 target pertumbuhan ekonomi awalnya 5,3 persen, namun skenario berat saat ini pertumuhan diprediksi 2,3 persen.

Bahkan, akan turun, akan jauh, sangat berat 0,4 persen minus,” ujar Erick dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/4/2020).

Selain pertumbuhan ekonomi, lanjut Erick, nilai tukar rupiah juga bisa tergerus karena efek corona.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved