News
Berlakukan Lockdown, Kambing Memasuki Kota dan Berlarian hingga Menjadi Penguasa Jalanan
Salah satunya saat Ketika suasana kota mulai sepi akibat lockdown, kambing pun mengambil alih kehidupan di kota tersebut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Lockdown digaungkan menjadi salah satu alternatif yang baik diambil untuk mengatasi kasus wabah Covid-19 di berbagai negara.
Namun, akibat yang akan terjadi setelah mengambil kebijakan itersebut sangatlah beragam.
Salah satunya saat Ketika suasana kota mulai sepi akibat lockdown, kambing pun mengambil alih kehidupan di kota tersebut.
Peristiwa ini terjadi di kota tepi laut Llandudno, Wales utara. Kawanan kambing memasuki kota dan berlarian di jalanan, di saat orang-orang berdiam di rumah mewaspadai penularan virus corona.
• Mengapa Orang Tua Perlu Membiarkan Anak Merasakan Kegagalan? Begini Pandangan Ahli
Hewan-hewan ini mulai terlihat turun gunung pada 27 Maret, di luar sebuah pub dekat Trinity Square.
Dilansir dari Mirror, di sana kawanan kambing ini memakan pagar tumbuhan.
Jurnalis video Andrew Stuart kemudian mengabadikan momen langka itu, dan memanggil polisi untuk memberi tahu kejadian lucu tersebut.
Kawanan kambing ini bahkan masih berkeliaran di kota meski sudah dikejar mobil polisi saat tengah malam.
Selama beberapa hari terakhir Andrew membagikan video terbaru tiap melihat kawanan kambing itu beraksi.
Pada 28 Maret mereka terlihat makan pagar tanaman lagi, dan sesekali memanjat dinding. Saat itu Stuart sedang berjalan sebentar ke luar.
Dua hari berselang dia menemukan kawanan hewan itu lagi, dan melakukan kegiatan yang sama.
"Kabar terbaru kambing Senin: mereka kembali. Lagi. Dan mereka cuek."
"Mereka tahu persis apa yang mereka lakukan. Makan siang dari semak dan berbaring di halaman gereja."
"Aku sebagai contoh, menyambut tuan kambing kami yang baru," tulis Stuart.
Unggahannya langsung viral dengan menghimpun banyak likes dan shares.
Salah seorang warganet menanggapi unggahan tersebut.
"Kabar terkini dari para kambing ini menyemangati hariku. Biarkan mereka datang."
Kemudian yang lain melontarkan candaan, "Aku suka ini.
Sepertinya mereka benar-benar berkuasa."
"Siapa yang akan kita panggil? Goat busters."
• Aksi Solidaritas OYO Indonesia, Siapkan Kamar Hotel bagi Tenaga Medis Covid-19
Indonesia Tak Pilih Lockdown
Lockdown digaungkan menjadi salah satu alternatif yang baik diambil untuk mengatasi kasus wabah Covid-19 di berbagai negara. Namun, pemerintah Indonesia tidak mengambil kebijakan itu.
Lantas kenapa pemerintah Indonesia tidak mengambil kebijakan lockdown sebagai solusi untuk mengatasi kasus Covid-19 yang sudah melanda negeri ini?
Deputi V Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan, pemerintah tidak mengambil kebijakan untuk lockdown karena menyesuaikan banyak aspek di masyarakat Indonesia ini sendiri.
"Berbicara lockdown, terminologi kita (Indonesia) tidak mengenal itu. Adanya karantina wilayah, tapi harus dengan kalkulasi yang sesuai," kata Jaleswari dalam diskusi online bertajuk Covid-19: Tantangan Saat Ini dan Alternatif Solusi Berbasis Bukti oleh Mata Garuda, Senin (30/3/2020).
Menurut dia, tidak semua negara akan baik dan berhasil dalam menghadapi Covid-19 dengan melakukan lockdown.
Dia memberi contoh, India dianggap belum berhasil menjadikan lockdown sebagai solusi terbaik mengatasi wabah Covid-19 yang melanda negaranya.
Belajar dari kebijakan yang diambil oleh negara lain mengenai lockdown ini, dikatakan Jaleswari, membuat presiden menegaskan bahwa tidak boleh memutuskan sesuatu hanya berdasarkan apa yang populer dilakukan di negara lain
Akan tetapi, tetap harus memperhatikan dan mempertimbangkan bagaimana budaya, kondisi sosial masyarakat terkhusus di Indonesia sendiri, barulah memutuskan suatu kebijakan, agar tak menyesal pada akhirnya.
"Implikasi dan dampaknya ke masyarakat bawah harus dikalkulasikan," ujar dia.
Adapun, kalkulasi sesuai atau tepat di Indonesia dalam menghadapi Covid-19 ini, kata Jaleswari, adalah mempertimbangkan dan memperhitungkan dengan matang mengenai ekonomi masyarakat menengah ke bawah, di mana tidak sedikit yang hidupnya bergantung pada kerja harian.
Oleh sebab itu, kata dia, penyelamatan jiwa sama pentingnya dengan penyelamatan ekonomi.
"Masyarakat punya hak untuk memperoleh penghasilan. Maka, penyebaran Covid-19 ini harus ditangani dengan cermat," ujar dia.
• Presiden Filipina Beri Peringatan Keras, Ancam Tembak Mati Bagi Siapa pun yang Langgar Lockdown

Beberapa kawasan seperti Tegal sudah melakukan lockdown, namun secara terminologi Indonesia tidak mengenal lockdown, melainkan karantina wilayah, di mana karantina wilayah perlu dilakukan kalkulasi yang tepat.
Seluruh gubernur sudah dipanggil oleh presiden RI dan lebih ditekankan untuk menerapkan social distancing karena masih memikirkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mencari kebutuhan.
Kebijakan tentang karantina wilayah ada di UU No 6 tahun 2018 yang menunjukkan beberapa jenis karantina seperti rumah, wilayah, rumah saki, dan pembatasan sosial berskala besar.
Dituturkan Jaleswari, secara praktiknya pemerintah sudah melakukan berbagai langkah-langkah dalam UU Karantina kesehatan seperti physical distancing, kebijakan work from home, pembatalan UN, dan pembatasan kerumunan.
Tidak menetapkan lockdown dan lebih berfokus pada karantina wilayah, menurut Jaleswari bukanlah tanpa melihat beragam faktor lain di Indonesia selain menjaga kestabilan ekonomi masyarakat menengah ke bawah saja.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketika Kambing Kuasai Kota yang Sepi karena Lockdown