Update Virus Corona Indonesia

Pasal Dalam KUHP Yang Mengatur Tindakan Menghalangi Proses Pemakaman, Ada Ancaman Hukuman Penjara

Jangan menghalangi proses pemakaman, ancaman hukuman penjara sudah jelas diatur dalam KUHP.

WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Petugas menggali kuburan jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (25/3/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID.BANDUNG - Telah tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

mengenai ancamam hukuman bagi yang menghalangi proses pemakaman.

Jangan menghalangi proses pemakaman, ancaman hukuman penjara sudah jelas diatur.

Pakar Hukum Pidana Universitas Parahyangan Bandung, Agustinus Pohan via ponselnya, Rabu (1/4/2020) mengatakan, perbuatan menghalangi proses pemakaman pasien Covid-19 atau virus corona ada ancaman pidananya.

Perbuatan menghalang-halangi jenazah yang akan dimakamkan itu diatur di Pasal 178 KUH Pidana. Isinya :

Barangsiapa dengan sengaja merintangi atau menyusahkan jalan masuk yang tidak terlarang ke suatu tempat pekuburan, dihukum penjara selama - lamanya satu bulan dua minggu atau denda sebanyak - banyaknya Rp 1.800.

Pasal 179 KUH Pidana :

Barang siapa dengan sengaja menodai kuburan atau dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan atau merusak tanda peringatan di tempat kuburan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

"Perbuatan menghalang-halangi penguburan atau pengangkutan jenazah memang diatur di KUH Pidana, ada ancaman hukumannya juga, ya di Pasal 178 KUH Pidana itu," kata Agustinus Pohan via ponselnya, Rabu (1/4/2020).

Hanya saja, kata dia, mengedepankan pidana untuk memproses warga yang menghalang-halangi jenazah pasienn Covid-19 juga tidak bijak.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved