Update Virus Corona Dunia
Berharap Tidak Menghabiskan Lebih Dari US$ 35 Miliar, PM Taiwan: Sulit Dipastikan
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan pada hari Rabu, bahwa negara itu menghabiskan total T$ 1,05 triliun untuk langkah stimulus yang diluncurkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TAIPEI - Dalam melindungi perekonomian negara dari dampak pandemi virus corona, Taiwan berharap tidak perlu menghabiskan lebih dari US$ 35 miliar.
Namun Perdana Menteri Su Tseng Chang mengatakan hal tersebut sulit dipastikan karena penyebaran virus sudah menjangkau hampir seluruh dunia, Kamis (2/4/2020).
Hingga kini Taiwan sudah melaporkan 329 kasus infeksi dan lima kematian.
Negara itu juga mendapat pujian untuk langkah-langkah awal dan efektif melawan virus, tetapi ekonomi yang bergantung pada ekspor telah layu karena penyakit ini telah menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Serikat.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan pada hari Rabu, bahwa negara itu menghabiskan total T$ 1,05 triliun (US$ 34,72 miliar) untuk langkah stimulus yang diluncurkan.
Pada saat diskusi pertama mengenai stimulus ekonomi, virus itu sebagian besar mempengaruhi China, tetapi sekarang dengan dampak globalnya, Taiwan perlu menghabiskan T$ 1,05 triliun, kata Su kepada wartawan, atau setara dengan 5 persen dari PDB.
"Tapi apakah itu akan terjadi?" Dia bertanya.
“Kami harap begitu. Kami berharap tidak perlu meningkatkannya," tambahnya dikutip dari Reuters.
Dia menambahkan, "Namun, sulit untuk mengatakan dengan pasti, karena epidemi masih berkembang."
Fase berikutnya dari paket stimulus akan menjadi anggaran khusus sebesar T$ 150 miliar untuk disetujui parlemen.
Bulan lalu, bank sentral memangkas prospek pertumbuhan setahun penuh menjadi 1,92 persen dari perkiraan Desember 2,57 persen, meskipun beberapa bank mengharapkan ekonomi menyusut pada tahun 2020.
Ini juga memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun ke level terendah baru 1,125 persen, dan mengatakan akan memberikan bank dengan pembiayaan sebesar US$ 200 miliar untuk mendukung perusahaan yang memerangi dampak virus.
Pada hari Senin, gubernur bank sentral Yang Chin-long mengatakan ada ruang untuk lebih banyak pemotongan suku bunga, tetapi mereka tidak akan dikurangi menjadi nol atau wilayah negatif, dan pemerintah akan menawarkan lebih banyak dana untuk perusahaan kecil dan menengah jika diperlukan.(*)
Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Taiwan berharap tidak menghabiskan lebih dari US$ 35 miliar akibat wabah corona.