WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker, Hanya untuk Orang Sakit

Mereka tetap merekomendasikan orang untuk tidak menggunakan masker kecuali dalam kondisi sakit karena Covid-19 atau merawat pasien

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Surya/Ahmad Zaimul Haq ILUSTRASI - Jemaah dicek suhu tubuhnya dengan thermal gun sebelum menunaikan Salat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang yang sakit atau terpapar virus corona dianjurkan untuk memakai masker.

Di tengah pandemi Covid-19, penggunaan masker memang masih menjadi perdebatan.

Lalu bagaimana dengan mereka yang berada dalam kondisi sehat?

Perlukah mereka mengenakan masker sebagai langkah pencegahan?

Pejabat WHO menyebut, mereka tetap merekomendasikan orang untuk tidak menggunakan masker kecuali dalam kondisi sakit karena Covid-19 atau merawat pasien.

"Tidak ada bukti khusus yang menunjukkan pemakaian masker oleh populasi massal memiliki potensi manfaat," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Senin.

"Bahkan, ada beberapa bukti yang menunjukkan sebaliknya dalam penyalahgunaan memakai masker dengan benar."

"Masalah lainnya, kita memiliki kekurangan global yang sangat besar," kata Ryan tentang masker dan persediaan medis lainnya.

"Saat ini orang-orang paling berisiko dari virus ini adalah petugas kesehatan garis depan yang terpapar virus setiap saat.

Memikirkan mereka yang tidak memiliki masker itu mengerikan."

Halaman
12
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved