Tips Hadapi Virus Corona
Menhan Prabowo dan Menkes Terawan Berbeda Pendapat soal Pakai Masker, Simak Videonya!
Banyak orang memiliki pendapat yang berbeda-beda soal pemakaian masker termasuk kalangan menteri.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak orang memiliki pendapat yang berbeda-beda soal pemakaian masker.
Ternyata kalangan menteri juga mengalami hal itu.
Seperti pernyataan yang dikeluarkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Mereka memiliki pendapat yang berbeda soal pemakaian masker.
Terawan menyebut masker digunakan khusus bagi orang yang sakit, sedangkan orang sehat menurutnya tidak perlu pakai masker.
Sementara, pendapat berbeda dilontarkan oleh Prabowo yang menyebut setiap orang kini harus mengenakan masker agar terhindar dari virus corona.
Perbedaan pendapat tersebut terlihat dalam postingan milik Fuad lewat akun @fuadbakh; pada Minggu (30/3/2020).
Dalam video yang diunggahnya, Terawan menyebutkan pendapatnya soal pemakaian masker ketika door stop di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada beberapa waktu lalu.
Ketika itu, Terawan dimintakan pendapatnya soal harga masker yang melonjak tinggi pasca wabah virus corona menyerang Indonesia.
"Kenopo-kenopo?," tanya Terawan.
"Kenaikan harga masker pak?," ujar seorang wartawan.
"Masker salahmu sendiri kok beli! ya haaa," ungkap Terawan menjawab pertanyaan wartawan.
"Jadi nggak usaha pakai masker pak?," tanya wartawan lagi.
"Nggak usah! masker itu untuk yang sakit," ujar Terawan enteng.
Dalam kesempatan tersebut, Terawan mengutip pernyataan dari World Health Organization (WHO) yang menyebutkan pemakaian masker dikhususkan bagi seorang yang sakit.
Sehingga ditegaskannya, orang sehat tidak perlu mengenakan masker untuk menghindari virus corona.
"Tadi pak Rani bilang dari WHO, nggak ada gunanya. Untuk yang sakit (pakai masker) supaya tidak menulari orang lain kalo sakit," jelas Terawan.
"Tapi yang sehat nggak perlu!," tegasnya.
Sementara itu, pernyataan berbeda terlihat disampaikan oleh Prabowo dalam tayangan selanjutnya.
Diambil dari Kompas TV, Prabowo terlihat menghadiri langsung penyerahan bantuan Alat Pelindung DIir (APD) dari Pemerintah Tiongkok di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Senin (23/32020) lalu.
Kegiatan tersebut terlihat dihadiri oleh Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia dari Partai Golkar Meutya Hafid, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo yang tengah menggelar tanya jawab terkait hibah dari Pemerintah Tiongkok itu menegur salah satu wartawan yang tidak mengenakan masker.
"Saudara-saudara sekalian, saudara.. saya masih melihat itu ada kameraman masih nggak pakai masker. Kalau nggak punya tolong kasih masker," ungkap Prabowo kepada wartawan.
Pernyataan Prabowo seketika membuat sejumlah pejabat saling melihat.
Terawan sendiri terlihat memeriksa kantong kemeja dan celananya.
Begitu juga dengan pejabat yang lainnya.
"Untuk keselamatan anda sendiri," ujar Prabowo di akhir tayangan.
Pakai Masker Tidak Efektif Cegah Virus Corona
Dr Vinci Edy Wibowo SpP mengungkapkan fakta mengejutkan.
Menurutnya, pemakaian masker dan cuci tangan tidak efektif mencegah seseorang terpapar virus corona.
Pernyataan mengejutkan tersebut diungkapkan Doktor Vinci dalam video yang tersebar di media sosial.
Satu di antaranya diunggah oleh Hotman Paris Hutapea lewat akun instagramnya @hotmanparisofficial; pada Jumat (20/3/2020).
Doktor spesialis paru itu mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menyempatkan diri untuk berjemur.
Mengingat pemakaian masker dan cuci tangan tidak sepenuhnya bisa menjamin pencegahan virus corona.
Dalam video yang diunggahnya, Doktor Vinci menjelaskan tentang pentingnya berjemur dalam mencegah terjangkitnya virus corona.
Doktor Vinci menyebut manfaat berjemur sangat baik dalam menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona.
"Saya Doktor Vinci spesialis paru, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu berjemur. Sekarang sudah wajib, kita wajib berjemur untuk melawan virus corona," jelas Doktor Vinci.
"Karena saat ini virus itu sudah menyebar ke mana-mana, terutama di kalangan tenaga kesehatan," tambahnya.
Sebab menurutnya, apabila kurang berjemur, Doktor Vinci menyebutkan daya tahan tubuh seseorang akan sangat lemah.
Terlebih jika seseorang kurang tidur.
"Apabila anda kurang berjemur, maka daya tahan tubuh anda akan sangat lemah sekali. Kenapa banyak tenaga kesehatan yang sakit?," tanya Doktor Vinci.
"Karena salah satunya kurang matahari dan yang kedua karena kurang tidur. Kalau sudah kurang matahari, juga jangan sampai kurang tidur," jelasnya.
Doktor Vinci pun menyebutkan pencegahan virus corona sangat sulit dilakukan.
Sebab, lewat cuci tangan ataupun mengenakan masker katanya tidak menjamin seseorang dapat terhindar virus corona.
"Ternyata virus itu sangat sulit sekali dicegah, dengan cuci tangan dan masker juga masih ada kesempatan mereka masuk ke tubuh kita," jelas Doktor Vinci.
"Sayang sekali kalau kita tidak berjemur. Ini merupakan salah satu pemberian Tuhan yang paling efektif untuk mengurangi dampak dari corona ini," ungkapnya sembari membentangkan tangan menunuk sinar matahari.
Dirinya pun membocorkan mengapa sebagian besar pasiennya dapat terkena virus dan sulit pulih dari virus corona.
Alasannya, karena mereka tidak berjemur di bawah sinar matahari.
"Karena, sebagian banyak pasien saya banyak yang tidak mendapat matahari," ungkap Doktor Vinci.
"Jangan sampai anda menjadi korban corona berikutnya," jelasnya di akhir tayangan.
Manfaat Berjemur
Dalam video tersebut, dijelaskan berjemur dapat dilakukan di bawah matahari terik, atau bahkan ketika langit tengah mendung pun tetap bisa berjemur.
Berjemur dianjurkan dengan durasi minimal 30 menit dan maksimal 60 menit mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB atau pukul 14.00-16.00 WIB.
Berjemur harus mengenai kulit langsung atau sebanyak mungkin terkena kulit.
Minimal lengan bawah bagi yang berhijab.
Berjemur, katanya, merupakan salah satu pemberian Tuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah virus corona.
Orang yang jarang terkena matahari dijelaskan lebih mudah sakit, mulai dari batuk, pilek apalagi virus corona.
Selain berjemur, dijelaskannya juga dianjurkan agar masyarakat mendapatkan tidur yang cukup.
Durasi tidur yang baik berkisar antara 6-8 jam sehari.
Sebab diketahui, pencegahan virus corona lewat pemakaian masker dan handsanitizer tidak 100 persen efektif.
Update Korban Virus Corona
Berdasarkan situs resmi penanganan virus corona di Indonesia, www.covid19.go.id, jumlah korban virus corona hingga Senin (30/3/2020) mecapai sebanyak 1285 kasus.
Jumlah tersebut meliuti sebanyak 1107 orang dalam perawatan, korban tewas mencapai sebanyak 114 dan 64 orang dinyatakan sembuh.
Sementara itu, wilayah paling banyak terpapar virus corona adalah DKI Jakarta dengan jumlah kasus sebanyak 675 orang, Jawa Barat sebanyak 149 orang, Banten sebanyak 106 orang dan Jawa Timur sebanyak 90 orang.
(Wartakotalive/Dwi Rizki)
BERITA TERPOPULER :
• Mengaku Telah Menikah 24 Kali, Vicky Prasetyo Sebut Hanya 3 yang Terdaftar di KUA
• Maia Estianty Pusing Bayar Gaji dan THR Karyawan, Rugi Hingga 70 Persen Karena Wabah Virus Corona
• Kumpulan Gambar Poster Bertemakan Cegah Corona, Bisa jadi Status di Medsos
TONTON JUGA :
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pernyataan Terawan dan Prabowo Bertolak Belakang Soal Pakai Masker
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menhan-prabowo-dan-menkesterawanberbeda-pendapat-soal-pakai-masker-simak-videonya-24.jpg)