India Chaos usai 5 Hari Lockdown: Jutaan Orang Telantar tanpa Makan

Kekacauan (chaos) dan ancaman kelaparan melanda India setelah lima hari pemerintah setempat menerapkan penutupan atau penguncian

AFP
Pekerja bersama keluarga mereka yang hendak pulang kampung memadati terminal bus di New Delhi India, Minggu (29/3/2020). 

Para ahli juga mengatakan kemampuan India untuk menguji buruk. Karena itu dia meminta perlu peningkatan kualitas pengujian Covid-19 agar mengetahui persis penyebarannya di India.

"Kita harus menguji siapa pun yang menunjukkan gejala apa pun. Kita tidak dapat membatasi pada kasus rawat inap atau mereka yang memiliki riwayat perjalanan," kata Dr T Sundaraman, penyelenggara nasional Gerakan Kesehatan Rakyat.

"Kami tidak tahu banyak karena tingkat pengujian masih sederhana dan sangat terbatas. Jika pengujian ini diperluas, kita akan menemukan angka nyata yang tidak kami miliki," katanya kepada Al Jazeera.

Menghadapi keadaan darurat kesehatan terbesar sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947 lalu, pemerintah India mengumumkan serangkaian langkah yang dimulai dengan jam malam pada Minggu (29/3/2020).

Pemerintah juga telah meningkatkan fasilitas pengujian dan melibatkan kontraktor swasta untuk membantunya melakukan pengujian. Dari 72 pusat pengujian pada awalnya, India sekarang memiliki 104, dengan kapasitas untuk menguji 8.000 sampel setiap hari. Dua laboratorium pengujian cepat lainnya, yang dapat melakukan lebih dari 1.400 tes per hari juga diharapkan akan segera beroperasi.

Amankah Olahraga di Luar Ruangan di Tengah Wabah Virus Corona?

Kekurangan APD dan ventilator

Tidak hanya kemampuan pengujian India yang rendah, di tengah terus meningkatnya kasus Covid-19, negara ini juga menghadapi kekurangan peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung tenaga medis.

Diantaranya kekurangan masker N-95 dan alat pelindung diri (APD) lainnya yang digunakan oleh petugas kesehatan. Jumlah tempat tidur RS juga masih jauh lebih sedikit daripada negara-negara seperti Korea Selatan--negara yang telah berhasil menekan penyebaran virus.

Ventilator juga terbatas. India memiliki hampir 100.000 ventilator, sebagian besar dimiliki oleh rumah sakit swasta dan sudah digunakan pasien yang punya penyakit kritis. (AlJazeera/BBC/Reuters/AFP/AP/Lau)

PANDEMI COVID-19

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved