Pasien Corona Manado Meninggal

Pasien Pertama Corona di Sulut Meninggal Gagal Ginjal

Pasien pertama terjangkit virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Utara meninggal dunia. Pasien sempat bertahan selama 18 hari

Kolase Foto Tribunmanado/foto tribunnews
7 FAKTA Pasien Corona Manado Meninggal, Dari Pernyataan Positif Kemudian Negatif Sampai Meninggal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pasien pertama terjangkit virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Utara meninggal dunia. Pasien sempat bertahan selama 18 hari dalam perawatan tim medis sejak masuk RSUP Prof Kandou pada 9 Maret 2020. Satgas Covid-19 Provinsi Sulut mengonfirmasi pasien kasus nomor 58 ini yang meninggal Jumat (27/3/2020) sore lantaran gagal ginjal.

Trump Kewalahan Hadapi Covid 19: Kasus Positif Indonesia Lebih 1.000 Orang

Pria berusia 51 tahun asal Kota Manado ini sempat dinyatakan positif Corona kemudian hasil pemeriksaan kedua dan ketiga disebut negatif (lihat grafis). Bahkan, Kamis dua hari lalu, sang pasien dinyatakan negatif Corona, namun Jumat kemarin meninggal.

Juru Bicara sekaligus Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, pasien 58 meninggal dunia bukan karena Corona. "Karena sejak tadi pagi kami mendapat kabar bahwa pasien kasus 58 itu ketika sudah hasil laboratoriumnya 2 negatif," katanya saat jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Jumat malam.

Lanjutnya, menandakan yang bersangkutan sebenarnya sudah tidak dalam kondisi terinfeksi Covid-19. "Kemudian, tim ahli bisa mempelajari lebih lanjut terkait penyakit penyertanya. Ditemukan dia ternyata sudah stage 5 gagal ginjalnya," jelasnya.

Kata Dandel, bersangkutan sudah gagal ginjal akhir dan sejak tadi pagi kondisinya terus menurun, tekanan darah turun terus. Apapun yang sudah dilakukan oleh tim medis, sudah tidak lagi direspons bersangkutan. "Dengan sedih kami harus menyampaikan pada saat ini kami mendapat kabar tadi jam 17.30 (Wita) atau setengah 6 (sore) yang bersangkutan sudah meninggal," bebernya.

Ia menyebut, penyebab kematiannya adalah gagal ginjal stage 5 atau gagal ginjal tahap akhir. "Saya sudah sampaikan berulang kali di press release bahwa ini kondisi yang memberatkan yang bersangkutan," kata dia.

Ia mengharapkan, masyarakat agar tidak salah paham maka Satgas Covid-19 Sulut tidak pernah menyebut yang bersangkutan sembuh tetapi dua kali hasil laboratorium negatif. "Yang bersangkutan tetap dirawat di RS karena penyakit penyertanya sangat berat," ucapnya. Kata dia, Satgas Covid-19 turut berbelasungkawa kepada keluarga dari pasien.

Warga di kompleks kediaman rumah pasien 58 mengaku belum lama mengetahui kematian itu. "Baru tahu padahal sudah sejam meninggal, itupun hanya dilihat di media sosial Facebook," kata Man, seorang warga Manado. Dia bilang, mereka juga belum sempat pergi melihat di rumah korban.

IDI Ancam Mogok Rawat Pasien: Bila Kebutuhan APD Tak Terpenuhi

Sementara itu, warga dari daerah pendemi Covid-19 ke Kabupaten Bolaang Mongondow meningkat sepekan terakhir. Kadis Kesehatan Bolmong melalui Kabid Yusuf Detu mengatakan, ada 87 warga luar yang masuk Bolmong. "Mereka terdata melalui laporan perjalanan dari provinsi serta data dari warga," kata dia. Dikatakan Detu, 87 warga ini kebanyakan mahasiswa yang datang dari Jakarta atau Makassar.

Kepada mereka belum dikenakan status ODP karena belum menunjukkan satu gejala terkena Covid 19. "Mereka masuk notifikasi pelaku perjalanan," katanya. Dikatakannya, warga yang masuk notifikasi pelaku perjalanan tetap dipantau kesehatannya. Mereka diminta melakukan isolasi diri selama 14 hari. "Jadi prosedurnya sama dengan ODP yakni harus karantina diri," katanya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved