Tips Hadapi Virus Corona
Dampak Virus Corona Sebabkan Ekonomi AS Resesi, Apa Perbedaan Depresi Ekonomi Sebelumnya?
Merebaknya virus corona atau yang tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya telah menarik garis paralel dengan depresi hebat AS sebelumnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perekonomian Amerika Serikat (AS) mungkin sudah mengalami resesi.
Namun apakah resesi kali ini adalah resesi yang terburuk?
Dikutip dari reuters, Sabtu (28/3/2020), depresi terhebat yang dialami AS berlangsung pada tahun 1929 hingga 1933.
Resesi ini dimulai dengan jatuhnya pasar saham yang menyebabkan pengangguran besar-besaran dan anjloknya pertumbuhan ekonomi.
Krisis hebat ini membentuk kembali perekonomian AS, mengubah pola migrasi dan menelurkan gaya musik baru, seni dan sastra.
Namun di bawah Presiden AS Franklin Delano Roosevelt, tercipta serangkaian program seperti asuransi pengangguran, tunjangan pensiun jaminan sosial dan asuransi setoran bank yang membuat resesi ini tidak mungkin terulang lagi.
Merebaknya virus corona atau covid-19 yang tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya telah menarik garis paralel dengan depresi hebat AS sebelumnya.
Kepala Ekonom Global dari Economic Outlook Group, Bernard Baumohl mengatakan, tidak ada definisi spesifik terjadinya suatu depresi.
"Tapi yang ini sangat berbeda dari resesi dalam hal panjang dan dalamnya," ujarnya.
Sebagai contoh, dalam depresi hebat sebelumnya, Amerika Serikat kehilangan 20 persen pekerjaannya selama tiga tahun, dan empat kali lipat kehilangan pada resesi hebat tahun 2007-2009.
Selama empat tahun mengalami depresi hebat, hampir sepertiga dari output AS menghilang.
Sementara beberapa ekonom berpikir output tahunan AS pada periode April hingga Juni mungkin turun 14 persen atau lebih, beberapa berpikir bahwa jenis penurunan sebenarnya akan bertahan dari waktu ke waktu.
Pengeluaran pemerintah membuat perbedaan.
Klaim pengangguran telah meroket, tetapi demikian juga jumlah uang yang direncanakan pemerintah untuk ditransfer ke masyarakat dan perusahaan besar dan kecil.
Stabilisator ini terbukti kuat dalam penurunan di masa lalu.
Bank sentral juga penting.
Kesalahan kebijakan Federal Reserve dan kegagalan untuk mencegah serangkaian penutupan bank bisa dibilang berkontribusi terhadap depresi hebat di masa lalu.
Kali ini, seperti pada 2007, The Fed dan bank sentral global telah bergerak merendam ekonomi dengan menggelontorkan uang tunai dan membuat program baru untuk mencoba membatasi risiko kegagalan bisnis dan pengangguran yang berkelanjutan.
Langkah berikutnya yang paling penting, kata sekelompok ekonom dan pembuat kebijakan, adalah memperbaiki respons kesehatan masyarakat Amerika.
Sebuah tambal sulam pembatasan di seluruh negara bagian dan Gedung Putih yang lambat dimobilisasi dapat membuat dampak virus corona semakin buruk, kata para pakar kesehatan.
Desakan agar Presiden AS Donald Trump untuk "membuka kembali" ekonomi dengan cepat membawa risiko.
Mencabut kebijakan lockdown dinilai terlalu dini dapat menyebabkan gelombang depresi kedua, menurut sebuah studi yang berfokus pada China yang diterbitkan minggu ini di Lancet Public Health Journal.
Semakin tinggi korban virus, dan semakin lama wabah berlangsung, semakin banyak kerusakan pada perekonomian.
"Urutan pertama bisnis adalah untuk mendapatkan penyebaran virus di bawah kendali dan kemudian melanjutkan kegiatan ekonomi," kata ketua Fed Jerome Powell pada hari Kamis.(*)
Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Ekonomi AS mungkin saja sudah mulai resesi, tapi apakah bisa lebih buruk?.