Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pandemi Global

3,3 Juta Warga Amerika Ajukan Tunjangan Pengangguran

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada 3,3 juta orang yang mengajukan tunjangan pengangguran.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
thehill.com
Akibat wabah virus corona, pengangguran melanda di berbagai sektor di Amerika Serikat, mulai dari layanan makanan, ritel, hingga transportasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada 3,3 juta orang yang mengajukan tunjangan pengangguran.

Dilansir dari pemberitaan AFP, sejauh ini jumlah tersebut adalah terbanyak yang pernah tercatat sepanjang sejarah berdirinya Negeri "Uncle Sam".

Akibat wabah virus corona, pengangguran melanda di berbagai sektor mulai dari layanan makanan, ritel, hingga transportasi.

Sebab, hampir separuh tempat bisnis di AS ditutup karena bukan penyedia barang-barang kebutuhan pokok saat ini.

"Sangat mengejutkan. Kami baru melihat angka awal, sayangnya, mereka akan bertambah buruk," kata Wali Kota New York Bill de Blasio, dikutip dari AFP.

Dia memperkirakan setengah juta orang di kota itu akan kehilangan mata pencariannya.

Jumlah kasus Covid-19 AS tertinggi di dunia

Pakar dari Universitas Johns Hopkins melaporkan pada Kamis (26/3/2020) bahwa angka kasus infeksi di AS merupakan yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 82.404.

Pada Jumat (27/3/2020), angkanya meningkat lagi berdasarkan catatan Worldometers, yaitu 85.594 kasus, melewati China dan Italia.

Data Worldometers menunjukkan jumlah kasus di China sebanyak 81.340, sedangkan Italia 80.589 kasus.

Dengan begitu, angka infeksi AS berada paling tinggi. Meski begitu, AS berada di urutan keenam untuk kasus kematian karena Covid-19.

Dari seluruh negara bagian di AS, New York menyumbang hampir separuh dari kasus infeksi di negara itu, yaitu 37.258 kasus infeksi.

New York juga menghadapi 385 kasus kematian karena virus corona dan terdapat 100 kematian dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dilansir dari CNBC, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan adanya kasus baru yang dikonfirmasi di New York, menyumbang hampir setengah dari semua kasus yang ada di AS.

Ia mengatakan, peningkatan kasus yang signifikan disebabkan "simpanan" infeksi yang belum dikonfirmasi sebelumnya karena kurangnya pengujian.

Pekan sebelumnya, AS mengonfirmasi jumlahnya mencapai angka 5.000 kasus, naik 5 kali lipat dari minggu sebelumnya.

Lampaui China dan Italia

Jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Amerika Serikat meningkat pesat. 

Pihak pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa saaat ini jumlah penderita Covid-19 di negara Paman Sam itu melebihi negara-negara lain.

Setidaknya, 82.404 orang dinyatakan positif Covid-19.

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, AS melampaui China yang mencatat 81.782 kasus dan Italia yang melaporkan 80.589 kasus.

Keduanya sebelumnya merupakan pusat pandemi virus corona.

Tetapi dengan 1.200 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS masihjauh dibawah China (3.291) dan Italia (8.215).

Tonggak sejarah yang suram ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja "cukup cepat", setelah negara itu melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Lebih dari 1.100 orang dengan Covid-19 telah meninggal di AS.

 Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Ketika AS menyalip China dalam hal kasus virus corona terbanyak, Trump meragukan angka yang dirilis Beijing, mengatakan kepada wartawan: "Anda tidak tahu jumlahnya di China".

Trump mengatakan dia akan berbicara dengan Presiden Xi Jinping melalui telpon pada Kamis malam waktu setempat.

Bisakah presiden memerintahkan semua orang kembali bekerja? Tidak.

Awal bulan ini, dia menetapkan periode 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus corona dengan mendesak semua orang Amerika untuk mengurangi interaksi publik secara drastis selama periode tersebut.

Namun imbauan ini bersifat sukarela dan tidak ada kewajiban untuk melakukannya.

Padahal, dalam konstitusi AS jelas bahwa pemerintah memiliki wewenang untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik, yang menurut para pakar adalah tanggung jawab gubernur negara bagian untuk memutuskan pembatasan terkait penyebaran virus.

Saat ini, 21 negara bagian AS telah memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah mereka untuk mengatasi pandemi.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Kamis (26/03), Trump mengatakan: "Mereka harus kembali bekerja, negara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu dan saya pikir itu akan terjadi dengan cepat.

"Kita dapat memanfaatkan bagian dari negara kita, kita mungkin mengambil bagian besar dari negara kita yang tidak begitu terdampak dan kita dapat melakukannya dengan cara itu."

Dia menambahakan: "Banyak orang yang salah mengartikan ketika saya mengatakan kembali, mereka akan mempraktikan jarak sosial sebanyak yang Anda bisa dan mencuci tangan serta tidak menjabat tangan dan semua hal yang kita bicarakan."

Ketika AS menyalip China dalam hal kasus virus corona terbanyak, Trump meragukan angka yang dirilis Beijing, mengatakan kepada wartawan: "Anda tidak tahu jumlahnya di China".

Trump mengatakan dia akan berbicara dengan Presiden Xi Jinping melalui telpon pada Kamis malam waktu setempat.

Bisakah presiden memerintahkan semua orang kembali bekerja?
Tidak. Awal bulan ini, dia menetapkan periode 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus corona dengan mendesak semua orang Amerika untuk mengurangi interaksi publik secara drastis selama periode tersebut.

Namun imbauan ini bersifat sukarela dan tidak ada kewajiban untuk melakukannya.

Padahal, dalam konstitusi AS jelas bahwa pemerintah memiliki wewenang untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik, yang menurut para pakar adalah tanggung jawab gubernur negara bagian untuk memutuskan pembatasan terkait penyebaran virus.

Saat ini, 21 negara bagian AS telah memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah mereka untuk mengatasi pandemi.

Presiden AS telah mengeluarkan kebijakan federal untuk menangani wabah, seperti Undang-Undang Stafford, yang memungkinkan pemerintah AS untuk mengelontorkan puluhan miliar dolar untuk bantuan darurat.

Dia juga telah mengajukan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang akan memungkinkannya untuk menasionalisasi manufaktur guna menghasilkan pasokan medis.

 Bagian Tubuh yang Palin Rawan Jadi Media Penularan Covid-19

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lampaui China dan Italia, Jumlah Orang yang Terinfeksi Virus Corona di Amerika Meningkat Pesat, https://www.tribunnews.com/internasional/2020/03/27/lampaui-china-dan-italia-jumlah-orang-yang-terinfeksi-virus-corona-di-amerika-meningkat-pesat?page=all. dan kompas.com https://www.kompas.com/global/read/2020/03/27/144132370/wabah-corona-terpa-as-33-juta-warganya-ajukan-tunjangan-pengangguran?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved