Kesehatan

Merokok Meningkatkan Risiko Terjangkit Virus Corona, Ini Penjelasannya

"Komunitas studi harus waspada terhadap kemungkinan COVID-19 dapat menyerang beberapa populasi dengan gangguan penggunaan narkoba."

Merokok Meningkatkan Risiko Terjangkit Virus Corona, Ini Penjelasannya
NET
Ilustrasi rokok elektrik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - US Centers for Disease Control and Prevention pada awal bulan mengatakan bahwa orang berusia lanjut dan orang dengan kondisi medis yang serius merupakan kelompok yang paling rentang terinfeksi COVID-19.

Mereka menyebut kelompok ini sebagai berisiko lebih tinggi.

Namun ternyata kelompok lain juga bisa sangat rentan terhadap COVID-19.

Yakni mereka yang merokok, merokok vape, atau mengonsumsi obat-obatan terlarang.

"Komunitas studi harus waspada terhadap kemungkinan COVID-19 dapat menyerang beberapa populasi dengan gangguan penggunaan narkoba."

Demikian tulis Dr. Nora Volkow, direktur National Institute on Drug Abuse dalam unggahan blog yang diterbitkan minggu lalu.

Karena COVID-19 menyerang paru-paru, mereka yang merokok tembakau, ganja, atau vape bisa terancam, kata Volkow.

"Ketika paru-paru seseorang terkena flu atau infeksi lain, efek buruk dari merokok atau vape jauh lebih serius daripada orang-orang yang tidak merokok atau vape."

Demikian yang ditulis Stanton Glantz, profesor kedokteran dan direktur Center of Tobacco Research Control and Education di University of California, San Francisco, dalam unggahan blog pada Selasa lalu.

"Vaping memengaruhi paru-paru kita di setiap level. Ini memengaruhi fungsi kekebalan di rongga hidung kita dan silia yang mendorong benda asing keluar."

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved