Lockdown Hubei Dicabut: Begini Nasib Warga Wuhan

Pemerintah China resmi mengakhiri lockdown di Provinsi Hubei pada Rabu (25/3) kemarin. Keputusan mengakhiri lockdown

Lockdown Hubei Dicabut: Begini Nasib Warga Wuhan
KONTAN
Pekerja dengan pakaian pelindung membasmi kuman di ruang tunggu di Stasiun Kereta Api Wuhan yang tutup karena wabah penyakit virus corona baru di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 24 Maret 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WUHAN - Pemerintah China resmi mengakhiri lockdown di Provinsi Hubei pada Rabu (25/3) kemarin. Keputusan mengakhiri lockdown di Hubei itu diambil setelah tak ada lagi ditemukan kasus penularan lokal virus corona atau COVID-19 di wilayah tersebut. Meski terdapat 47 kasus baru, namun seluruhnya berasal dari luar negeri.

105 Kasus Terjangkit dalam Sehari: Ini Data Covid 19 di Indonesia dan Dunia

Sejak Februari lalu jumlah penderita baru corona di China memang menurun drastis. Penurunan itulah yang menjadi alasan utama China menghapus lockdown di Hubei.

Lockdown di Hubei sendiri diberlakukan sejak Januari 2020. Dengan berakhirnya lockdown, warga Hubei kini boleh pergi ke mana pun asalkan berada dalam kondisi sehat. Stasiun kereta dan bandar udara yang sebelumnya ditutup juga sudah dibuka. Warga Hubei juga diizinka kembali bekerja. Meski pada saat yang sama sekolah masih diliburkan.

Seorang Guru Besar Ilmu Hukum dari Universitas Wuhan, Qin Qianhong menyatakan, pembukaan lockdown di Hubei penting segera dilakukan. Sebab, warga di kawasan itu sudah terlalu lama berada dalam kota yang terkunci.

"Sejauh ini, selain Italia, tidak ada negara lain, yang menerapkan lockdown serupa. Banyak orang dikurung di rumah mereka selama lebih dari 60 hari dan hal itu bisa memicu masalah kesehatan mental yang serius," kata Qin seperti dilansir South China Morning Post (SCMP).

Selain itu, kata Qin, karantina massal di Wuhan dan daerah lain di Hubei telah mencapai titik kritis karena banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka selama tidak bekerja.

Namun, Qin juga mengingatkan adanya risiko penyebaran infeksi baru ketika lockdown kota Wuhan dan daerah lainnya di Hubei dibuka mengingat pergerakan orang akan kembali meningkat cepat.

Jokowi Larang Menteri Melayat Sang Ibunda, Tjahjo Kumolo Terlanjur Beli Tiket

Apalagi, pada hari Selasa (24/3), ada laporan satu kasus baru yang dialami oleh seorang dokter di Rumah Sakit Renmin, Wuhan. Laporan itu memicu kekhawatiran soal kemungkinan ada kasus-kasus lain di rumah sakit itu yang selama ini luput tidak terdeteksi.

Meski status lockdown sudah dicabut, mamun belum semua kota di Hubei telah mengakhiri lockdown. Kota Wuhan, yang menjadi titik nol penyebaran virus corona, baru akan beraktivitas normal pada 8 April 2020 mendatang. Wuhan adalah ibu kota Provinsi Hubei, yang merupakan tempat virus corona petama kali ditemukan.

Pencabutan status lockdown di Wuhan yang sudah berlangsung selama 2 bulan itu disampaikan Gubernur Hubei pada Selasa (24/3). Nantinya setelah status lockdown dicabut, warga Wuhan akan diizinkan bepergian keluar provinsi asalkan mereka memiliki code hijau kesehatan yang artinya tidak ada kontak dengan orang yang diduga terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved