Berita Tomohon
Dampak Virus Corona, Pasar Kuliner Tomohon Sepi, Banyak Pedagang Pilih Tak Berjualan
Sepekan lebih diterapkannya sosial distancing dalam rangka pencegahan virus corona mulai menunjukan dampak. Salah satunya di Pasar Kuliner Tomohon
Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sepekan lebih diterapkannya sosial distancing dalam rangka pencegahan virus corona mulai menunjukan dampak. Salah satunya di Pasar Kuliner Tomohon.
Pantauan Tribun Manado, Kamis (26/3/2020) siang, situasi pasar yang berada di pusat kota Tomohon ini sangat sunyi dari aktivitas jual beli. Bahkan sebagian besar lapak terlihat tidak dibuka.
"Yah begilah kondisinya begitu sunyi. Malah teman-teman lain memilih tidak berjualan," kata Milly Pontoh salah satu seorang pedagang kue yang tetap membuka lapak jualannya.
Semenjak pemberlakukan sosial distancing, Milly mengaku omzet tiap harinya per lahan mulai turun. Padahal menurutnya kalau di hari biasa ataupun libur pendapatan tetap stabil.
• Mantos Tutup Sementara hingga 8 April 2020, Dukung Pencegahan Virus Corona
"Biasanya kalau libur malah banyak yang datang membeli. Tapi ini kan libur kali ini, diwajibkan harus di rumah. Sehingga berpengaruh sekali terhadap hasil jualan," ungkapnya.
Senada diungkapan, Kesye Rambing pedagang ikan masak yang mengaku pendapatan mulai menurun sejak libur pekan lalu. "Biasanya jam 1 siang dagangan sudah habis. Tapi ini belum sampainlima pembeli," terangnya.
Tak hanya pedagang, diberlakukannya sosial distancing turut berpengaruh terhadap pendapatan para tukang ojek yang mengadu nasib disekitaran lokasi wisata kuliner.
• Bantuan APD Bantuan Pemerintah Pusat Tiba di Manado, Ini Penjelasan Danlanud Sam Ratulangi
"Harapan besar kami yaitu penyebaran virus corona ini segera berakhir. Karena jika begini terus tentu bakal mengancam mata pencarian kami," keluh Meril Turangan yang mengaku situasi pasar kuliner berubah drastis.
"Biasanya sedangkan libur di sini terus ramai. Tapi ini malah sangat sunyi," terangnya.