Gosip Artis

Asmara Abigail Jelaskan Soal Situasi di Italia, Baim Wong Syok: 'Ih gila ya!'

"Karena rumah sakit udah enggak ada tempat. Rumah sakit di Italia itu udah pakai barak-barak," ucap Asmara Abigail.

instagram @baimwong
Baim Wong 

"Kalau misal kita dicek dan ternyata kita positif Covid-19, itu kita bisa masuk penjara sampai 3 bulan, sampai 12 tahun," pungkas Asmara Abigail.

Fakta yang disampaikan Asmara Abigail itu tampak membuat Baim Wong terkejut.

Pun ketika Baim Wong mengetahui fakta lain soal imbas mengerikan dari virus corona di Italia.

Yakni soal sistem kesehatan di Italia yang kacau balau.

"Itali itu punya sistem fasilitas kesehatan, salah satu terbaik di dunia dengan standar Eropa.

"Nah sistem kesehatannya Italia itu udah babak belur karena Corona.

"Kita dalam sehari itu bisa 4 ribu kasus naiknya," ucap Asmara Abigail.

Tak hanya itu, Asmara Abigail juga menyebut bahwa Italia sebagai salah satu di dunia yang memiliki sistem kesehatan terbaik di dunia saja bisa kolaps akibat virus corona.

Mendengar fakta tersebut, Baim Wong geleng-geleng kepala seraya tak percaya.

"Militer udah turun, jadi peti mayat semuanya sudah masuk ke truk militer dan udah enggak ada tempat lagi di pemakaman.

"Dan dokter sama suster sudah banyak banget yang positif," ungkap Asmara Abigail.

"Jadi dengan standar Eropa yang salah satu terbaik di dunia, rumah sakit di Italia kolaps," sambungnya.

"Ih gila ya !" respon Baim Wong.

Tak hanya itu, Asmara Abigail juga mengurai penanganan tenaga medis di Italia atas kasus virus corona.

Diakui Asmara Abigail, jika ada warga yang punya positif Covid-19 tapi tidak demam maka tidak akan ditangani.

Kalau ia tidak ada demam, warga tersebut tidak akan dirawat di rumah sakit dan diminta untuk penyembuhan sendiri di rumah.

Sebab diakui Asmara Abigail, rumah sakit di Italia sudah tidak sanggup lagi menampung pasien.

"Karena rumah sakit udah enggak ada tempat. Rumah sakit di Italia itu udah pakai barak-barak," ucap Asmara Abigail.

"Gila !" pungkas Baim Wong kaget.

Asmara Abigail pun mengurai alasan mengapa banyak warga Italia yang meninggal akibat virus corona.

"Di Italia itu negara nomor dua dengan penduduk usia tua terbanyak di dunia setelah Jepang," ucap Asmara Abigail.

"Karena itu yang meninggal banyak ya ?" tanya Baim Wong.

"Iya, jadi 23% penduduk Italia itu umurnya di atas 60 tahun," kata Asmara Abigail.

Terakhir, Asmara Abigail memberikan tips untuk mencegah penyebaran virus corona untuk masyarakat.

"Sebisa mungkin kalau kita mau keluar rumah pakai masker, pakai kacamata, pakai sarung tangan, pilih satu sepatu yang dipakai buat keluarga, jadi virusnya cuma nempel di sepatu," kata Asmara Abigail.

"Itu ngaruh ya ?" tanya Baim Wong.

"Iya itu ngaruh, jadi virusnya bisa nempel. Jadi bajunya direndam disinfektan. Kita mandi juga dicampur disinfektan. Karena ini lumayan bahaya," pungkas Asmara Abigail.

Kenapa Banyak Pasien Virus Corona Meninggal di Italia?

Meski bermula dari China, namun salah satu negara dengan kasus kematian tertinggi akibat virus corona adalah Italia.

Data per 22 Maret 2020, lebih dari 47.000 orang di Italia terinfeksi virus corona dengan angka kematian sebesar 4.032 kasus.

Bahkan, Italia mencetak rekor tertinggi dengan 627 kasus kematian dalam 24 jam.

China sendiri memiliki jumlah orang terinfeksi dua kali lipat, yakni 81.250 kasus. Namun, jumlah kematiannya 3.253 kasus.

Hal ini berarti angka kematian di Italia mencapai 8 persen, dibandingkan China yang hanya 4 persen.

Sementara itu, Jerman yang memiliki 13.000 kasus infeksi hanya memiliki 42 kasus kematian atau 0,3 persen.

Sementara itu, Indonesia juga memiliki tingkat angka kematian yang tinggi.

Per 22 Maret 2020 pukul 15.52 WIB terdapat 514 kasus konfirmasi dengan jumlah kematian 48 kasus dan 29 kasus sembuh.

Sebanyak 437 kasus berada dalam perawatan.

Tingkat kematian tinggi di Italia

Prof Walter Ricciardi, juru bicara Menteri Kesehatan Italia, mengatakan bahwa tingginya angka kematian di negara tersebut disebabkan oleh demografinya.

Italia memiliki populasi manula terbanyak kedua di dunia.

“Usia pasien yang meninggal di rumah sakit mayoritas adalah manula, dengan rata-rata usia 67 tahun,” tutur Ricciardi seperti dikutip dari Telegraph, Senin (23/3/2020).

Sebuah studi yang dilakukan oleh JAMA Network baru-baru ini menyebutkan bahwa hampir 40 persen infeksi dan 87 persen kematian di Italia terjadi pada pasien dengan usia lebih dari 70 tahun.

Kemudian, tingginya populasi manula berpengaruh terhadap terbatasnya fasilitas di rumah sakit yang tersebar di negara tersebut.

Pasien yang berusia lanjut memiliki kebutuhan untuk fasilitas yang memadai dan lengkap.

Jaringan rumah sakit di Italia kewalahan menghadapi hal ini.

Seorang perawat membawa perangkat darurat di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Rabu (11/3/2020).

Selain itu, Ricciardi juga menyebutkan bahwa tingginya mortality rate di Italia disebabkan oleh cara dokter/ petugas medis menghitung angka kematian.

“Pasien yang meninggal di rumah sakit yang menangani virus corona, dihitung sebagai pasien meninggal karena virus corona itu sendiri,” tuturnya.

Ricciardi menuturkan bahwa berdasarkan reevaluasi yang dilakukan oleh National Institute of Health, hanya 12 persen dari total pasien yang meninggal karena virus corona.

“Sementara 88 persen pasien memiliki setidaknya satu penyakit bawaan. Banyak yang memiliki dua atau tiga,” tambahnya.

Artkel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Asmara Abigail Ungkap Kondisi Italia Kosong Karena Corona, Baim Wong Syok Dengar Fakta 'Horror' Ini

Editor: Yeshinta Sumampouw
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved