Virus Corona

140.000 Satwa Liar di China Dijual Secara Online saat Pemberlakuan Lockdown

Seketat-ketatnya aturan dan pengawasan di negara Tirai Bambu, China tetap saja perdagangan satwa liar secara ilegal

140.000 Satwa Liar di China Dijual Secara Online saat Pemberlakuan Lockdown
pixabay via tribun solo
Ilustrasi serigala 

TRIBUNMANADO.CO.ID, CHINA - Seketat-ketatnya aturan dan pengawasan di negara Tirai Bambu, China tetap saja perdagangan satwa liar secara ilegal di China lolos. Jual beli satwa liar ini dilakukan secara online, dan hebatnya proses ini dilakukan saat China sedang melakukan lockdown.

Saat pemerintah China mengeluarkan keputusan untuk melockdown sebagian wilayahnya, perdagangan satwa liar ilegal di negara tersebut ternyata tetap berjalan secara online.

Masyarakat Wuhan
Masyarakat Wuhan (Tribun)

Terkait hal tersebut, operator e-commerce dan pengiriman ekspres Tiongkok kini berada di bawah tekanan pemerintah dan aktivis satwa liar.

Pasalnya, seusai virus corona yang diklaim berasal dari pasar Wuhan, Hubei, China merebak di berbagai negara lain, pihak berwenang mengeluarkan larangan perdagangan satwa liar.

Pada saat yang sama, kelompok konservasi menyerukan kepada pemerintah untuk merombak seluruh peraturan yang mengikat bisnis satwa di negara tersebut.

Pada bulan pertama, platform e-commerce di China membantu mengurangi, menghapus dan memblokir informasi yang berkaitan dengan 140.000 satwa liar, dari yang dikonsumsi hingga dipakai untuk pengobatan Tiongkok.

Pejabat dari Dewan Negara China mengatakan, pihak berwenang juga menutup sekira 17.000 akun yang terkait perdagangan satwa, pada akhir Februari.

Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Transportasi Tiongkok juga memerintahkan perusahaan pengiriman ekspress menjadi garis terdepan dalam menghentikan perdagangan hewan hidup atau satwa liar.

Pihak berwenang mewajibkan perusahaan pengiriman ekspress untuk lebih berhati-hati dalam memeriksa paket sebelum dikirim.

Hewan liar yang dijual belikan di pasar hewan wuhan, China
Hewan liar yang dijual belikan di pasar hewan wuhan, China (Weibo via Dailymail.co.uk)

Cina telah berjanji untuk menindak perdagangan satwa liar ilegal, mendesak orang untuk tidak makan hewan liar, sejak coronavirus pertama kali muncul
Janji Hentikan Perdagangan Satwa Liar

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved