Breaking News:

Komisi Pemberantasan Korupsi

100 Hari Kerja KPK di Bawah Firli Disoroti, ICW: Hasilkan Berbagai Kontroversi

"Alih-alih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari periode sebelumnya, justru yang dihasilkan adalah berbagai kontroversi," kata Peneliti ICW.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com
Ketua KPK, Firli Bahuri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah pimpinan Firli Bahuri dinilai minim prestasi dan sarat kontroversi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam rangka 100 hari kerja KPK dibawah komando Firli.

LSM antikorupsi ini mencatat tujuh poin yang disoroti dari Firli dkk.

Poin-poin tersebut lebih banyak berkaitan dengan kasus yang menjerat eks calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.

"Alih-alih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari periode sebelumnya, justru yang dihasilkan adalah berbagai kontroversi," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Kurnia berpendapat kasus Harun Masiku menjadi batu sandungan bagi Firli dkk.

Pertama, kata dia, KPK gagal menangkap seorang buronan yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 7 Januari 2020.

Padahal, berdasarkan keterangan pihak yang berwenang, Harun diketahui berada di Indonesia.

Hal itu, kata Kurnia, berbanding terbalik ketika KPK mampu menangkap bendahara umum Partai Demokrat M Nazarudin di Kolombia dalam waktu 77 hari.

Masih dalam kasus Harun, Kurnia berujar pimpinan KPK tidak transparan memberikan informasi soal dugaan penyekapan tim penyelidik di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved