Breaking News:

Ibadah Khusyuk di Depan Ponsel, 'Jika Ini Akibat Dosa Kami, Ampunilah Tuhan Yesus'

Di zaman perang dunia sekalipun, atau ganasnya zaman permesta, gereja tetap padat umat.

artur rompis/tribun manado
Gereja GMIBM di Kotamobagu Minggu Pagi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Corona datang. Seolah-olah membawa pesan.

Ritual itu rapuh!

Ketika Corona datang
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di tembok Kakbah
Bukan di dalam masjid
Bukan di mimbar khutbah
Bukan dalam thawaf
Bukan pada panggilan azan
Bukan dalam shalat jamaah
Bukan dengan jabat tangan

Melainkan,
Pada keterisolasianmu
Pada mulutmu yang terkunci
Pada hakikat yang tersembunyi. (Mustofa Bisri)

.........................................................

Minggu 22 Maret 2020 menjadi hari yang bakal dicatat dalam sejarah umat Kristen di Sulut.

Di hari yang mendung itu, dengan awan gelap menggelayut di angkasa, untuk pertama kalinya dalam kurun seratus tahun,
gereja menjadi kosong.

Pagi berlalu tanpa bunyi dentang lonceng gereja.

Di zaman perang dunia sekalipun, atau ganasnya zaman permesta, gereja tetap padat umat.

Mematuhi inbauan pemerintah dan berbagai organisasi agama mengenai tindak pencegahan meluasnya penyebaran virus
corona, sejumlah gereja merancang program ibadah di rumah.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved