Breaking News:

Donald Trump

Donald Trump Disebut Ujarkan Kebencian untuk China, Warga AS Keturunan Tiongkok Geram, Ini Ucapannya

Para warga AS keturunan China mengatakan ucapan Trump telah memicu kekerasan, dan bentuk ujaran kebencian.

Istimewa
Presiden AS Donald Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Donald Trump kembali membuat sebuah pernyataan kontroversial di tengah wabah virus corona yang sudah mendunia.

Memicu kemarahan dari seseorang atau pun kelompok masyarakyat.

Kali ini, para warga Amerika Serikat keturunan China mengatakan ucapan Presiden AS Donald Trump telah memicu kekerasan.

Pasalnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang bersikeras menyebut "Chinese Virus" atau virus China, dan itu menjadi peristiwa tidak mengenakkan bagi warga AS keturunan China.

Para warga AS keturunan China mengatakan ucapan Trump telah memicu kekerasan, dan bentuk ujaran kebencian.

Dalam konferensi pers harian tentang wabah virus corona, sebuah foto menunjukkan ucapan Trump soal virus China.

Ucapan itu telah mencoret istilah klinis yang direkomendasikan profesional kesehatan, Covid-19 atau virus corona.

Warga AS keturunan Asia mengatakan bahwa bahasa seperti itu telah memainkan stereotip masyarakat yang sudah berabad-abad dianggap sebagai sesuatu yang asing dan tidak bersih.

Dikelilingi oleh anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers tentang virus corona atau COVID-19, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, 13 Maret 2020. Trump menyatakan virus corona sebagai darurat nasional.
Dikelilingi oleh anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers tentang virus corona atau COVID-19, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, 13 Maret 2020. Trump menyatakan virus corona sebagai darurat nasional. ((JIM WATSON / AFP))

Dan juga menandakan secara keliru, bahwa terdapat individu dari satu etnis bertanggung jawab atas penyebaran virus tersebut.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved